Menurut Wagub Sani, perundungan atau bullying masih menjadi persoalan serius di lingkungan pendidikan. Data pantauan dari Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) menunjukkan, pada tahun 2025 terjadi 641 kasus perundungan, dengan persentase 57 persen kasus terjadi di lingkungan sekolah. Persentase kasus perundungan di Provinsi Jambi sendiri mencapai angka
0,49 persen. Sehingga bullying tentu menjadi perhatian Pemerintah karena dapat berdampak pada kesehatan mental, prestasi belajar, bahkan masa depan anak-anak.
”Pada kesempatan ini, saya menyampaikan harapan kepada seluruh institusi pendidikan khususnya di Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh, agar dapat bersinergi dan meningkatkan komitmennya menjadi benteng pertahanan pertama (setelah orang tua dan keluarga), menjadi hulu dalam pencegahan penyebaran Paham Radikal dan Terorisme, True Crime Community
(TCC) dan Perundungan pada generasi muda Provinsi Jambi,” harapnya.
Sementara itu, Plt. Kadis Pendidikan Provinsi Jambi M. Umar menyampaikan ucapan terimakasih kepada Pemerintah Kota Sungai Penuh, dan Kabupaten Kerinci yang telah memfasilitasi kegiatan.
Ia berharap kegiatan ini dapat diikuti dengan seksama agar paham tentang apa yang telah di sosialisaskkan Satgas, Densus 88 anti Teror Wilayah Jambi.
Sementara itu juga, Wakil Wali Kota Sungai Penuh Azhar Hamzah berkomitmen mendukung penuh kegiatan yang berkaitan dengan pendidikan karakter. Ia yakin bahwa dengan kolaborasi ini akan mampu menciptakan kondisi yang aman bebas dari tindak teror dan kasus bullying.
”Saya mendukung penuh, kegiatan ini agar anak muda di Kota Sungai penuh paham tindak terorisme dan radikalisme,” ujarnya.
Ditempat yang sama, Wakil Bupati Kerinci H. Murison juga menyampaikan kepada peserta yang hadir dari awal hingga akhir kegiatan sosialisasi, peserta tetap semangat mengikuti kegiatan agar wilayah Kabupaten Kerinci bebas dari tindakan terorisme dan radikalisme. (*)











