AdvetorialDaerahOpini

Tanjung Jabung Timur: Antara Potensi Geostrategis Dan Kebutuhan Transformasi Ekonomi

×

Tanjung Jabung Timur: Antara Potensi Geostrategis Dan Kebutuhan Transformasi Ekonomi

Sebarkan artikel ini

Oleh: Yulfi Alfikri Noer S. IP., M. AP

Akademisi UIN STS Jambi

MUARASABAK, netinfo.id – Tanjung Jabung Timur memiliki posisi yang tidak dimiliki banyak daerah lain di Provinsi Jambi. Berada di kawasan pesisir timur Sumatera, berhadapan langsung dengan jalur perdagangan internasional,

serta memiliki kedekatan dengan kawasan pertumbuhan ekonomi Singapura–Batam–Johor (SIBAJO), daerah ini sesungguhnya menyimpan modal pembangunan yang sangat besar.

Ditambah lagi dengan kekayaan sumber daya alam yang meliputi sektor pertanian, perkebunan, perikanan dan migas. Tanjung Jabung Timur memiliki fondasi yang cukup kuat untuk tumbuh sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi baru di wilayah timur Provinsi Jambi.

Dalam beberapa tahun terakhir, pembangunan daerah telah menunjukkan perhatian terhadap penguatan infrastruktur, peningkatan kualitas sumber daya manusia, pengembangan sektor ekonomi unggulan, serta perbaikan tata kelola pemerintahan.

Berbagai upaya tersebut merupakan fondasi penting bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat dan daya saing daerah.

Namun demikian, tantangan pembangunan yang sesungguhnya bukan lagi sekadar bagaimana meningkatkan produksi atau memperluas pembangunan fisik.

Tantangan yang jauh lebih besar adalah bagaimana mengubah seluruh potensi yang dimiliki menjadi sumber nilai tambah yang mampu menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, dan memperkuat kemandirian ekonomi daerah.

Di sinilah pentingnya menghadirkan agenda transformasi ekonomi yang lebih kuat dan lebih visioner. Selama ini struktur ekonomi daerah masih sangat bergantung pada sektor-sektor primer.

Pertanian, perkebunan, perikanan, dan migas masih menjadi penopang utama aktivitas ekonomi masyarakat. Sektor-sektor tersebut tentu harus tetap diperkuat. Namun pada saat yang sama, pembangunan tidak dapat berhenti pada peningkatan produksi semata.

Pertanyaan yang perlu dijawab adalah bagaimana komoditas yang dihasilkan mampu memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi masyarakat lokal? Tanpa proses hilirisasi, sebagian besar keuntungan ekonomi justru akan dinikmati oleh daerah lain yang memiliki industri pengolahan.

READ  Wagub Sani Buka Festival Arakan Sahur Tahun 2026

Akibatnya, daerah penghasil hanya memperoleh manfaat terbatas dari kekayaan sumber daya yang dimiliki.

Karena itu, pengembangan industri pengolahan kelapa, pinang, hasil perikanan tangkap, hasil tambak, serta fasilitas rantai dingin (cold storage) perlu menjadi bagian penting dari strategi pembangunan ekonomi daerah.

Hilirisasi bukan sekadar meningkatkan produksi, tetapi meningkatkan nilai ekonomi dari setiap komoditas yang dihasilkan masyarakat.

Selain hilirisasi, ekonomi maritim juga perlu memperoleh perhatian yang lebih besar. Sebagai daerah pesisir yang berhadapan langsung dengan jalur perdagangan laut. Tanjung Jabung Timur memiliki peluang untuk mengembangkan ekonomi berbasis kelautan dan logistik yang lebih modern.

Potensi tersebut selama ini belum sepenuhnya dimanfaatkan sebagai mesin pertumbuhan ekonomi daerah.