JAMBI, netinfo.id – Wakil Wali Kota Jambi, Diza Hazra Aljosha, mengajak masyarakat untuk meningkatkan kesadaran akan keselamatan berlalu lintas sekaligus meningkatkan kepatuhan membayar pajak kendaraan bermotor. Ajakan tersebut disampaikannya saat membuka kegiatan Origin Safe 2026 di kawasan wisata keluarga Kampung Rajo, Kecamatan Alam Barajo, Rabu (21/10/2026).
Kegiatan yang diselenggarakan PT Jasa Raharja Jambi bekerja sama dengan BPPRD Kota Jambi dan Kecamatan Alam Barajo ini mengusung tema “Keselamatan dan Ketaatan Bertransportasi”. Selain edukasi keselamatan berkendara, kegiatan tersebut juga diisi dengan sosialisasi Opsen Pajak Kendaraan Bermotor.
Dalam sambutannya, Diza menyoroti tingginya angka kecelakaan lalu lintas di Kecamatan Alam Barajo. Berdasarkan data yang disampaikan dalam kegiatan tersebut, sepanjang 2026 tercatat 167 kasus kecelakaan dengan 16 korban meninggal dunia. Angka ini menjadi yang tertinggi dibandingkan kecamatan lainnya di Kota Jambi.
Kondisi tersebut, menurutnya, menjadi pengingat bahwa keselamatan di jalan raya harus menjadi perhatian bersama, bukan hanya tanggung jawab aparat, tetapi juga seluruh pengguna jalan.
“Keselamatan di jalan harus menjadi perhatian setiap orang. Sudah menjadi kewajiban dan tanggung jawab kita bersama untuk tertib berlalu lintas, menggunakan helm, mematuhi rambu-rambu, serta menghormati sesama pengguna jalan,” ujar Diza.
Ia menegaskan, kepatuhan terhadap aturan lalu lintas merupakan langkah sederhana yang dapat memberikan dampak besar dalam mencegah kecelakaan dan melindungi keselamatan jiwa.
Tak hanya soal pencegahan, Diza juga berharap Origin Safe 2026 mampu memberikan edukasi praktis kepada masyarakat mengenai penanganan awal dan pertolongan pertama bagi korban kecelakaan. Dengan bekal pengetahuan tersebut, masyarakat diharapkan dapat mengambil tindakan yang tepat ketika menghadapi situasi darurat.
Pada kesempatan itu, Diza turut mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan saat berkendara di tengah kondisi kabut asap yang melanda Kota Jambi. Jarak pandang yang terbatas dapat meningkatkan risiko kecelakaan, sehingga pengendara perlu mengurangi kecepatan, menjaga jarak aman, serta memastikan kondisi perjalanan tetap terkendali.
Ia juga mengajak masyarakat untuk memanfaatkan layanan kegawatdaruratan Call Center 112 milik Pemerintah Kota Jambi yang dapat diakses selama 24 jam. Layanan tersebut diharapkan menjadi sarana bagi masyarakat untuk mendapatkan bantuan ketika menghadapi keadaan darurat.
“Jangan melakukan panggilan iseng, karena setiap laporan akan mendapatkan perhatian. Layanan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk semakin mendekatkan pelayanan kepada masyarakat,” tegasnya.











