EkonomiHeadlineNasional

Kredit Perbankan Tumbuh 9,49 Persen, OJK Sebut Likuiditas dan Permodalan Tetap Kuat

×

Kredit Perbankan Tumbuh 9,49 Persen, OJK Sebut Likuiditas dan Permodalan Tetap Kuat

Sebarkan artikel ini

JAKARTA, netinfo.id – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat kinerja intermediasi perbankan nasional tetap tumbuh positif dengan profil risiko yang terjaga di tengah tekanan ekonomi global yang memicu lonjakan harga energi dan meningkatnya volatilitas pasar.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae mengatakan, hingga Maret 2026 kredit perbankan tumbuh 9,49 persen secara tahunan (year on year/yoy) menjadi Rp8.659,05 triliun. Angka tersebut meningkat dibanding Februari 2026 yang tumbuh 9,37 persen.

Pertumbuhan kredit tersebut ditopang oleh Bank Umum Milik Negara (BUMN), Bank Umum Swasta Nasional dan asing, serta Kantor Cabang Bank Luar Negeri (KCBLN).

Di sisi kualitas aset, industri perbankan juga menunjukkan perbaikan. Rasio Loan at Risk (LAR), Non Performing Loan (NPL) Gross, dan NPL Net masing-masing tercatat sebesar 8,94 persen, 2,14 persen, dan 0,83 persen. Angka tersebut membaik dibanding Februari 2026.

Sementara itu, Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh 13,55 persen yoy menjadi Rp10.230,81 triliun, lebih tinggi dibanding Februari 2026 sebesar 13,18 persen. Pertumbuhan DPK didorong oleh kenaikan giro 21,37 persen, deposito 8,36 persen, dan tabungan 11,57 persen.

Likuiditas perbankan juga dinilai masih memadai. Loan to Deposit Ratio (LDR) pada Maret 2026 tercatat sebesar 84,64 persen, sedikit turun dibanding Februari 2026 sebesar 84,72 persen.

“Hal ini secara umum menunjukkan bahwa peningkatan volatilitas di pasar global tetap menjadi perhatian, namun industri perbankan di Indonesia memiliki tingkat permodalan yang kuat dan likuiditas yang memadai untuk menyerap potensi tekanan di masa yang akan datang,” kata Dian.

Secara sektoral, pertumbuhan kredit tahunan sebesar Rp750,64 triliun terutama berasal dari sektor konstruksi yang tumbuh Rp181,98 triliun atau 46,67 persen. Disusul sektor rumah tangga sebesar Rp103,83 triliun (5,56 persen) dan industri pengolahan Rp97,62 triliun (7,96 persen).

READ  Jawara Modifikator Unjuk Karya di Puncak Honda Modif Contest 2025

Berdasarkan jenis penggunaan, Kredit Investasi (KI) tumbuh paling tinggi sebesar 20,85 persen yoy. Sementara Kredit Modal Kerja (KMK) dan Kredit Konsumsi (KK) masing-masing tumbuh 4,38 persen dan 5,88 persen.

Dari sisi kategori debitur, Kredit Korporasi tumbuh 14,88 persen, sedangkan Kredit UMKM mulai menunjukkan perbaikan dengan pertumbuhan tipis sebesar 0,12 persen yoy.

Kredit UMKM Mulai Pulih