Dalam pertemuan tersebut, Jazuli dan jajaran PB Mathla’ul Anwar juga mendengarkan pesan Kepala BIN Jenderal TNI (Purn) Muhammad Herindra agar Mathla’ul Anwar terus mengambil peran sebagai pelopor dalam merekatkan persatuan bangsa,
mengembangkan dakwah yang membawa rahmat, serta menghadirkan pendekatan dakwah yang adaptif dan inovatif seiring pesatnya perkembangan teknologi.
Pesan tersebut, menurut Jazuli, sejalan dengan komitmen Mathla’ul Anwar sebagai salah satu organisasi Islam yang telah lama berkhidmat di bidang pendidikan, dakwah, dan sosial kemasyarakatan.
Kalau Indonesia ingin maju sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar, lanjutnya, kuncinya adalah persatuan. Bangsa ini tidak boleh mudah dihasut, diadu domba, atau dipecah belah. Pada saat yang sama,
umat Islam dan seluruh elemen bangsa harus mampu menguasai berbagai instrumen kemajuan, termasuk ilmu pengetahuan, teknologi, digitalisasi, dan inovasi.
Jazuli menambahkan, kemajuan teknologi harus menjadi peluang untuk memperkuat kualitas dakwah, pendidikan, pemberdayaan umat, serta ketahanan nasional. Karena itu organisasi kemasyarakatan perlu terus bertransformasi agar mampu menjawab tantangan zaman tanpa kehilangan akar nilai keislaman dan kebangsaan.
Persatuan adalah fondasi, sedangkan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi adalah instrumen kemajuan. Dengan keduanya itu Indonesia akan semakin kuat, berdaulat, maju, dan sejahtera.
PB Mathla’ul Anwar menegaskan komitmennya untuk terus menjadi bagian dari kekuatan masyarakat sipil yang menjaga persatuan nasional, memperkokoh moderasi dan harmoni kehidupan beragama, serta berkontribusi nyata bagi pembangunan Indonesia.(*)











