AdvetorialDaerahEkonomi

Jakarta–Muara Bungo Terhubung, Batik Air Terbang Perdana, Gubernur Al Haris: Ini Kunci Pemerataan

×

Jakarta–Muara Bungo Terhubung, Batik Air Terbang Perdana, Gubernur Al Haris: Ini Kunci Pemerataan

Sebarkan artikel ini

Sementara itu, Bupati Bungo Dedi Putra dalam sambutannya menyampaikan bahwa dirinya mengingat kembali perjuangan pengadaan lahan seluas 360 hektare yang dimulai saat kepemimpinan H. Zulfikar Ahmad sebagai bupati dan dukungan DPR kala itu.

“Dari tanah yang tidak ada, kita beli 360 hektare. Alhamdulillah berprogres terus,” ujar Bupati, seraya menyampaikan kebahagiaan atas hadirnya maskapai dengan armada modern ini.

Ia menambahkan bahwa hadirnya Batik Air diharapkan meningkatkan konektivitas dan perekonomian wilayah barat Jambi serta Dhamasraya, Sumatera Barat.

Bupati Bungo menuturkan bahwa Bandara Muara Bungo dikelilingi oleh tujuh daerah enam kabupaten dan satu kota di Provinsi Jambi, serta satu kabupaten di Sumatera Barat, sehingga bandara ini bukan hanya untuk masyarakat Bungo,

melainkan untuk seluruh Jambi Ulu Barat dan Dhamasraya. Ia juga berharap dukungan dari seluruh kabupaten/kota sekitar agar penerbangan berlangsung dan berkelanjutan. “Kehadiran Batik Air akan memudahkan mobilitas, mendorong tumbuhnya investasi, dan membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat,” tuturnya.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada manajemen Batik Air dan semua pihak yang memfasilitasi rute perdana tersebut. Penerbangan perdana ini diharapkan menjadi momentum pengembangan Bandara Muara Bungo sebagai pintu gerbang transportasi udara bagi wilayah Barat Jambi dan sekitarnya.

Sementara itu juga, Dirjen penerbangan RI yang diwakili Kepala Bagian Humas dan Umum Endah Purnama Sari menyampaikan bahwa Kementerian Perhubungan mengapresiasi Pembukaan Rute Jakarta–Muara bungo.

Dikatakannya, Kementerian Perhubungan menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada pemerintah Provinsi Jambi, Pemerintah Kabupaten Bungo, pengelola Bandar Udara Muara Bungo,

serta maskapai Batik air atas dukungan dan komitmen mereka dalam terwujudnya pembukaan rute penerbangan Jakarta–Muara bungo. Langkah ini dinilai strategis untuk memperkuat konektivitas nasional dan mendorong perkembangan ekonomi daerah.

READ  Dealer Motor Cikutra Disatroni Maling, Satpam Disekap dan Uang Rp20 Juta Ludes

“Penerbangan baru tersebut diharapkan mempersingkat waktu perjalanan serta membuka akses lebih luas bagi investasi, perdagangan, pariwisata, dan mobilitas masyarakat. Kabupaten Bungo disebut memiliki posisi strategis sebagai gerbang wilayah barat Provinsi Jambi.

Berada di jalur tengah Sumatera, Bungo menjadi pusat aktivitas ekonomi yang melayani daerah sekitar seperti Kerinci, Sungai Penuh, Merangin, Solok Selatan, Tebo, hingga Dhamasraya di Sumatera Barat.

Dengan hadirnya rute ini, diharapkan arus orang dan barang antarwilayah semakin lancar sehingga mendukung pertumbuhan ekonomi lokal dan konektivitas antarprovinsi,” ungkapnya.

Ditempat yang sama, Direktur Utama Batik air Danel Putu Kunciro menyampaikan, pada penerbangan perdana ini, pesawat mengangkut 139 penumpang.

Menurutnya, pihak maskapai optimis jumlah penumpang bisa tembus 125 orang setiap hari, didukung potensi pariwisata, sawit, emas, dan batu bara Muara Bungo.

“Namun pihak maskapai juga mencatat perlunya perbaikan sistem penanganan bagasi dan kelengkapan fasilitas bandara agar konektivitas berjalan optimal,” katanya. (Adv)