Dalam menghadapi persaingan pasar kuliner yang semakin ketat, Iriana menerapkan strategi penentuan harga yang matang. Ia menghitung secara rinci mulai dari biaya bahan baku, tenaga produksi, hingga margin keuntungan, agar harga yang ditawarkan tetap kompetitif namun tidak mengorbankan kualitas.
Baginya, usaha brownies ini bukan sekadar bisnis sampingan, melainkan telah menjadi sumber penghasilan utama. Hal ini mendorongnya untuk terus berinovasi dan menjaga kepuasan pelanggan.
Respon konsumen terhadap produknya pun sangat positif. Banyak pelanggan memberikan ulasan yang memuaskan, terutama terkait rasa dan kualitas brownies yang konsisten. Untuk memperluas pasar, Iriana aktif memanfaatkan media sosial sebagai sarana promosi dan pemasaran.
“Alhamdulillah, sejauh ini respon pelanggan sangat baik. Media sosial sangat membantu dalam memperkenalkan produk dan menjangkau lebih banyak konsumen,” ujarnya.
Ke depan, Iriana memiliki rencana besar untuk mengembangkan usahanya, mulai dari membuka toko sendiri hingga menambah variasi produk agar semakin menarik minat pasar. Meski demikian, ia tidak menutup mata terhadap berbagai tantangan, seperti fluktuasi harga bahan baku yang terkadang mengalami kenaikan.
“Memang ada beberapa bahan yang harganya naik, tapi sejauh ini masih bisa diatasi. Yang penting tetap menjaga kualitas produk,” katanya.
Di akhir, Iriana menyampaikan harapannya terhadap perkembangan UMKM, khususnya di daerah Jambi. Ia ingin melihat semakin banyak pelaku usaha lokal yang berkembang dan mendapat dukungan dari masyarakat.
“Harapan saya, UMKM di Jambi bisa semakin maju dan berkembang, serta semakin banyak masyarakat yang tertarik untuk membeli produk lokal,” tutup Iriana penuh optimisme.(*)











