“Digitalisasi melalui sistem PTOS-M memudahkan mitra untuk memantau kegiatan secara real-time, bahkan hingga per jam, sehingga proses logistik menjadi lebih cepat dan efisien,” jelas Romi.
Sebagai pelabuhan sungai, Talang Duku memiliki keunggulan tersendiri karena tidak terlalu bergantung pada pasang surut air laut. Namun demikian, jarak tempuh kapal dari ambang luar yang cukup jauh menjadi tantangan tersendiri dalam efisiensi waktu pelayaran.
Untuk itu, perusahaan terus melakukan pembenahan fasilitas dan memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk regulator dan asosiasi pelayaran, guna menciptakan sistem logistik yang terintegrasi.
Selain fokus pada bisnis, perusahaan juga menjalankan program tanggung jawab sosial dengan memberikan bantuan kepada masyarakat sekitar, termasuk anak yatim di wilayah operasional.
Dengan total arus kargo yang telah melampaui 80 ribu ton dan didominasi oleh bulk cargo, PTP Terminal Nonpetikemas Cabang Jambi optimistis dapat terus meningkatkan kontribusinya dalam mendukung pertumbuhan ekonomi dan daya saing industri di Provinsi Jambi.(*)











