EkonomiNews

Wagub Sani: Gerakan Pangan Murah Strategi Jaga Stabilitas Harga Jelang Idul Fitri

×

Wagub Sani: Gerakan Pangan Murah Strategi Jaga Stabilitas Harga Jelang Idul Fitri

Sebarkan artikel ini

JAMBI, netinfo.id – Wakil Gubernur Jambi, Drs. H. Abdullah Sani, M.Pd.I, menegaskan bahwa program Gerakan Pangan Murah (GPM) menjadi langkah strategis pemerintah dalam menjaga stabilitas harga dan pasokan bahan pangan pokok menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.

Hal tersebut disampaikan Wagub Sani saat membuka Bazaar Gerakan Pangan Murah Tahun 2026 yang digelar di halaman depan TVRI Stasiun Jambi, Rabu (11/3/2026).

Menurut Wagub Sani, program GPM bertujuan membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, telur, cabai dan komoditas lainnya dengan harga yang lebih terjangkau. Program ini juga menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam menjaga daya beli masyarakat sekaligus mengendalikan inflasi daerah.

“Gerakan Pangan Murah ini memastikan ketersediaan bahan pangan pokok dengan harga yang lebih terjangkau. Ketika harga pangan stabil, daya beli masyarakat tetap terjaga dan perekonomian daerah dapat bergerak lebih sehat,” ujar Sani.

Ia juga mengapresiasi kolaborasi antara TVRI Jambi, Badan Pangan Nasional, serta berbagai pihak yang turut mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada TVRI Stasiun Jambi dan seluruh pihak yang telah berkolaborasi. Sinergi seperti ini diharapkan terus diperkuat untuk mendukung pengendalian inflasi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Sani menjelaskan, stabilitas harga pangan sangat penting karena komoditas pangan merupakan kebutuhan dasar masyarakat. Ia menilai fluktuasi harga bahan pokok kerap dipengaruhi berbagai faktor seperti distribusi, kondisi cuaca, produksi hingga dinamika ekonomi global.

Untuk itu, Pemerintah Provinsi Jambi terus mendorong berbagai langkah strategis, mulai dari memperkuat sistem distribusi, menjaga ketersediaan stok pangan, mendukung produksi petani lokal hingga memperluas kolaborasi lintas sektor.

READ  Mandi Subuh Tak Kembali, Datuk Jempet (90) Diduga Terseret Arus Batanghari di Tebo
Editor: redaksi