AdvetorialDaerahPendidikan

Bunda PAUD Nadiyah Tekankan Pentingnya Deep Learning, Dongeng Jadi Media Pembentukan Karakter Anak di Era AI

×

Bunda PAUD Nadiyah Tekankan Pentingnya Deep Learning, Dongeng Jadi Media Pembentukan Karakter Anak di Era AI

Sebarkan artikel ini

JAMBI, netinfo.id – Di tengah pesatnya perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), pendidikan anak usia dini (PAUD) dituntut tidak sekadar mengajarkan kemampuan membaca, menulis, dan berhitung.

Lebih dari itu, anak perlu dibekali kemampuan berpikir kritis, kreativitas, empati, serta karakter yang kuat. Salah satu cara mewujudkannya adalah melalui kegiatan mendongeng yang dikemas dengan pendekatan pembelajaran mendalam atau deep learning.

Hal tersebut menjadi perhatian Bunda PAUD Kota Jambi, Nadiyah, saat membuka Pelatihan Implementasi Pembelajaran Deep Learning PAUD Melalui Kegiatan Mendongeng yang diselenggarakan Dinas Pendidikan Kota Jambi di Aula Baperida Kota Jambi, Jumat (6/11/2026).

Di hadapan 100 pendidik PAUD yang tergabung dalam Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (HIMPAUDI) serta Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia (IGTKI) Kota Jambi, Nadiyah menegaskan bahwa pola pembelajaran anak harus bertransformasi mengikuti perkembangan zaman.

Menurutnya, pendidikan tidak boleh lagi hanya berorientasi pada hafalan dan kemampuan akademik dasar. Sebab, di era AI, kemampuan mengingat informasi dan melakukan perhitungan bukan lagi satu-satunya keunggulan manusia.

“Pembelajaran sekarang sudah tidak bisa lagi hanya bersifat superfisial, yang cuma menyuruh anak menghafal, belajar menghitung, membaca, atau sekadar menerima informasi. Itu sudah bukan zamannya lagi, apalagi dengan hadirnya teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).

Kalau kita mau bersaing menghafal atau menghitung dengan AI, kita tidak akan sanggup. AI bisa menjawab persoalan rumit dalam hitungan detik,” ujar Nadiyah.

Ia menjelaskan, tantangan pendidikan masa kini adalah menyiapkan generasi yang mampu berpikir, memahami persoalan, mengolah informasi, menemukan solusi, sekaligus memiliki kecerdasan emosional dan sosial.

Untuk itu, pendekatan deep learning perlu diperkenalkan sejak usia dini melalui tiga prinsip utama, yakni mindful, meaningful, dan joyful learning.

Prinsip mindful atau berkesadaran mengajak anak memahami apa yang sedang dipelajari, berani bertanya, dan mendapatkan kesempatan untuk mengeksplorasi pengetahuan. Sementara meaningful atau bermakna berarti pembelajaran harus dekat dengan kehidupan sehari-hari, sehingga anak dapat menghubungkan apa yang dipelajari dengan pengalaman nyata.

READ  Wagub Sani: Jambi Memories Community Miliki Potensi sebagai Agen Perubahan Sosial

Adapun prinsip joyful atau menyenangkan menekankan pentingnya menciptakan suasana belajar yang menggembirakan melalui aktivitas bermain, bernyanyi, bereksplorasi, dan bercerita.

“Deep learning memiliki tiga komponen kunci. Pertama, mindful atau berkesadaran, artinya anak-anak sadar dan paham apa yang sedang mereka pelajari. Kedua, meaningful atau bermakna, yaitu pembelajaran yang kontekstual dan tidak abstrak, sehingga bisa langsung diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Ketiga, joyful atau menyenangkan, karena pendidikan anak usia dini harus diisi dengan bermain, bernyanyi, dan bercerita agar menumbuhkan semangat menjadi pembelajar sepanjang hayat,” jelasnya.

Dalam konteks tersebut, Nadiyah menilai mendongeng bukan sekadar aktivitas menghibur anak, melainkan media pembelajaran yang mampu mengasah daya pikir sekaligus membangun karakter.

Melalui cerita, anak dapat belajar memahami situasi, mengenali emosi, mengembangkan imajinasi, serta membedakan perilaku baik dan buruk. Ketika anak mengikuti kisah tokoh yang mengalami kesedihan, misalnya, mereka diajak memahami perasaan orang lain dan menumbuhkan empati.

“Mendongeng bukan cuma menyampaikan cerita, tetapi melalui cerita kita membentuk kemampuan berpikir dan merasakan. Ketika ada tokoh cerita yang sedih atau terluka, kita merangsang empati anak. Pengalaman emosional di masa kecil ini akan melekat kuat dan membentuk karakter jangka panjang, seperti nilai-nilai kebaikan, kejujuran, dan bakti kepada orang tua,” tambahnya.

Nadiyah juga menekankan bahwa investasi terbesar dalam pembangunan daerah bukan semata-mata pembangunan infrastruktur dan gedung-gedung megah, melainkan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Karena itu, pendidikan PAUD harus mendapat perhatian serius sebagai fondasi dalam menyiapkan generasi masa depan Kota Jambi yang cerdas, kreatif, dan berkarakter.

Senada dengan itu, Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kota Jambi, Mardiansyah, menyebut PAUD sebagai fase penting dalam membangun karakter, mengembangkan kemampuan berpikir, dan menumbuhkan kreativitas anak.

READ  Skandal Narkoba di Lapas Sarolangun, KPLP dan 22 Napi Positif Konsumsi Barang Haram

Pada usia tersebut, pembelajaran harus disesuaikan dengan tahapan tumbuh kembang anak. Proses belajar sebaiknya berlangsung melalui pengalaman yang menyenangkan, interaksi dengan lingkungan, permainan, serta keteladanan, bukan dengan memberikan beban akademik secara berlebihan.

“Pendidik PAUD memiliki peranan yang sangat strategis dalam menyajikan pembelajaran yang bermakna dan sesuai dengan tahapan perkembangan anak tanpa memberikan beban akademik yang berlebihan,” ungkapnya.

Menurut Mardiansyah, mendongeng dapat menjadi metode efektif untuk menanamkan berbagai nilai karakter, mulai dari kejujuran, keberanian, tanggung jawab, kepedulian, kerja sama, hingga toleransi.

Agar pembelajaran lebih interaktif, pendidik dapat mengajak anak berdiskusi tentang isi cerita, menebak kelanjutan kisah, menyampaikan pendapat, hingga memerankan tokoh-tokoh di dalamnya. Dengan cara ini, anak tidak hanya menjadi pendengar, tetapi turut terlibat aktif dalam proses belajar.

Ia berharap pelatihan tersebut mampu meningkatkan kompetensi dan kreativitas pendidik dalam menghadirkan layanan PAUD yang berkualitas, inklusif, dan sesuai dengan kebutuhan perkembangan anak.

“Keberhasilan implementasi pembelajaran mendalam tidak hanya ditentukan oleh metode yang digunakan, tetapi juga oleh kemampuan pendidik dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman, inklusif, penuh kasih sayang, dan menghargai keunikan setiap anak. Kami berharap pelatihan ini menjadi momentum untuk meningkatkan kualitas layanan PAUD di Kota Jambi agar semakin relevan dengan kebutuhan zaman,” pungkasnya.

Pelatihan tersebut juga menghadirkan dosen PG-PAUD Universitas Trilogi Jakarta sekaligus akademisi dan praktisi storytelling, Agung Cahyo Karyadi, S.Pd., M.Pd., sebagai narasumber.

Dalam sesi pemaparan materi dan praktik, peserta mendapatkan pembekalan mengenai teknik bercerita, membangun interaksi dengan anak, serta menghidupkan suasana belajar agar pesan moral dan pengetahuan dalam dongeng dapat diterima dengan baik.

Kegiatan ini turut dihadiri Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kota Jambi Mardiansyah, jajaran Dinas Pendidikan, perwakilan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPMPPA) Kota Jambi, Ketua PD HIMPAUDI Kota Jambi Nevi Herlysa, serta Ketua PD IGTKI Kota Jambi Rahimah.

READ  Dukung Ketahanan Pangan, Warga Binaan Lapas Muara Tebo Maksimalkan Lahan SAE Selama Ramadan

Melalui pelatihan ini, Pemerintah Kota Jambi berharap mendongeng dapat menjadi bagian dari transformasi pembelajaran PAUD yang lebih kreatif dan bermakna. Sebab, di tengah kemajuan teknologi dan AI, anak-anak tidak hanya membutuhkan kecerdasan akademik, tetapi juga imajinasi, daya kritis, empati, dan karakter kuat yang tumbuh melalui pengalaman belajar sejak usia dini.(*)