JAMBI, netinfo.id – Kehangatan dan semangat persaudaraan mewarnai jamuan sarapan pagi Pemerintah Kota Jambi bersama 11 kafilah kabupaten/kota se-Provinsi Jambi dalam rangka Musabaqah Tilawatil Qur’an dan Hadis (MTQH) ke-55 Tingkat Provinsi Jambi Tahun 2026.
Kegiatan yang berlangsung di Aula Griya Mayang, Rumah Dinas Wali Kota Jambi, Jumat pagi (6/11/2026), menjadi bentuk penghormatan sekaligus upaya mempererat silaturahmi antardaerah di tengah penyelenggaraan MTQH.
Wakil Wali Kota Jambi, Diza Hazra Aljosha, yang juga menjabat Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kota Jambi, hadir langsung menyambut seluruh kafilah. Ia didampingi jajaran asisten dan kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota Jambi.
Turut hadir Ketua, Wakil Ketua, Sekretaris Dewan Hakim, anggota Dewan Hakim dan panitera, pimpinan kafilah kabupaten/kota, para Asisten I dan Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) kabupaten/kota atau yang mewakili, jajaran Kementerian Agama se-Provinsi Jambi, Forkopimda Kota Jambi, serta seluruh peserta MTQH.
Dalam sambutannya, Diza menegaskan bahwa Pemerintah Kota Jambi berkomitmen memberikan pelayanan dan pendampingan terbaik kepada seluruh kafilah selama berada di Kota Jambi. Menurutnya, kenyamanan peserta menjadi bagian penting dari tanggung jawab sebagai tuan rumah.
Ia juga mengingatkan bahwa MTQH bukan sekadar ajang perlombaan untuk meraih prestasi, melainkan momentum memperkuat kecintaan terhadap Al-Qur’an serta menghidupkan nilai-nilai keislaman di tengah masyarakat, terutama bagi generasi muda.
Lebih dari itu, MTQH diharapkan menjadi ruang mempererat kebersamaan dan memperkuat doa untuk kemajuan Provinsi Jambi beserta seluruh kabupaten/kota, agar senantiasa diberikan keberkahan, keselamatan, dan dijauhkan dari berbagai musibah.
Tak hanya membawa manfaat di bidang keagamaan, penyelenggaraan MTQH ke-55 juga memberikan dampak nyata terhadap perekonomian masyarakat. Salah satunya terlihat dari perputaran transaksi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang terlibat dalam kegiatan tersebut.
Diza mengungkapkan, hingga Jumat (6/11/2026), nilai transaksi dan perputaran ekonomi UMKM yang terlibat dalam rangkaian MTQH telah mencapai sekitar Rp1,5 miliar. Angka tersebut bahkan belum termasuk aktivitas pedagang kaki lima (PKL) yang turut merasakan dampak meningkatnya kunjungan masyarakat.
“Alhamdulillah, sampai hari ini total transaksi dan perputaran ekonomi dari UMKM yang terlibat telah mencapai sekitar Rp1,5 miliar. Angka tersebut belum termasuk aktivitas para pedagang kaki lima (PKL) yang juga turut membantu menggerakkan perekonomian,” jelasnya.
Menurut Diza, Pemerintah Kota Jambi memang sengaja memberikan ruang seluas-luasnya kepada pelaku UMKM untuk terlibat dalam kegiatan MTQH. Langkah ini dilakukan agar perhelatan keagamaan tersebut tidak hanya sukses dari sisi penyelenggaraan, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi secara langsung bagi masyarakat.
Sebagai kota perdagangan dan jasa, Kota Jambi memiliki potensi ekonomi yang sangat dipengaruhi oleh mobilitas masyarakat dan kunjungan dari luar daerah. Karena itu, kehadiran ribuan peserta beserta rombongan dari 11 kabupaten/kota menjadi peluang untuk meningkatkan transaksi sekaligus memperluas pasar produk lokal.
Diza pun mengapresiasi seluruh kafilah dan rombongan yang secara tidak langsung turut menggerakkan perekonomian masyarakat melalui aktivitas belanja makanan, minuman, dan berbagai produk lokal.
Ia berharap dampak positif MTQH dapat dirasakan secara luas, baik dalam aspek keagamaan, sosial, maupun ekonomi.
Di sisi pelayanan, Diza juga menyampaikan permohonan maaf apabila selama penyambutan dan pendampingan masih terdapat kekurangan, baik terkait konsumsi, fasilitas makan siang dan malam, maupun kebutuhan lainnya.
Ia memastikan seluruh masukan dari kafilah akan menjadi bahan evaluasi bagi Pemerintah Kota Jambi untuk meningkatkan kualitas pelayanan dalam penyelenggaraan kegiatan serupa.
Diza juga menegaskan bahwa keberadaan Liaison Officer (LO) dari masing-masing OPD bukan sekadar untuk memantau aktivitas kafilah, melainkan memastikan seluruh kebutuhan peserta terpenuhi selama berada di Kota Jambi.
“Kalau ada yang kurang, apa yang perlu dipersiapkan, atau bantuan apa yang dibutuhkan, kami ingin memastikan pemerintah kota bisa hadir dan membantu. Jadi, ketika LO sering menghubungi, bukan untuk mengawasi pergerakan kafilah, tetapi untuk memastikan seluruh rombongan dalam keadaan baik dan tidak ada kebutuhan yang terlewatkan,” tutur Diza.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa Pemerintah Kota Jambi menghargai seluruh kafilah tanpa memandang hasil akhir perlombaan. Baginya, kehadiran setiap peserta merupakan bagian dari ikhtiar bersama dalam memuliakan Al-Qur’an dan mengembangkan syiar Islam di Provinsi Jambi.
“Siapa pun yang nantinya menjadi juara, kami sangat menghargai kehadiran Bapak, Ibu, dan adik-adik semua. Kehadiran saudara-saudara di Kota Jambi ini merupakan bagian dari ikhtiar memuliakan Al-Qur’an,” ujarnya.
Diza berharap seluruh peserta dapat menikmati suasana Kota Jambi, merasa nyaman selama mengikuti perlombaan, serta membawa pengalaman dan kesan positif setelah kembali ke daerah masing-masing.
Menurutnya, salah satu tujuan penting penyelenggaraan MTQH adalah membangun hubungan persaudaraan yang lebih erat antardaerah. Silaturahmi yang terjalin selama kegiatan diharapkan tidak berakhir setelah perlombaan selesai, tetapi terus terpelihara dalam kehidupan bermasyarakat maupun hubungan antarpemerintah daerah.
“Harapan kami, melalui penyambutan dan kegiatan MTQH ini, yang sebelumnya belum saling mengenal bisa menjadi saling mengenal. Silaturahmi ini jangan sampai berhenti setelah MTQH selesai. Kita ingin persaudaraan terus terjalin,” ungkapnya.
Apresiasi atas pelayanan Pemerintah Kota Jambi juga disampaikan perwakilan Kafilah Kabupaten Kerinci, Herlus, yang menjabat Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Kerinci.
Ia menyampaikan terima kasih atas sambutan hangat, perhatian, dan pendampingan yang diberikan Pemerintah Kota Jambi kepada seluruh kafilah selama mengikuti MTQH ke-55.
Menurut Herlus, perhatian tersebut tidak hanya dirasakan saat rombongan tiba di Kota Jambi, tetapi sudah diberikan sejak sebelum keberangkatan dari Kabupaten Kerinci.
Komunikasi intensif melalui LO dari masing-masing OPD dinilai sangat membantu dalam memastikan perjalanan dan kebutuhan rombongan terakomodasi dengan baik. Pendampingan tersebut bahkan terus berlanjut selama kafilah berada di Kota Jambi.
Ia juga mengapresiasi kesiapsiagaan personel Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) yang turut memberikan dukungan keamanan dan kenyamanan bagi seluruh peserta.
“Kami merasa sangat terhormat dan nyaman dengan perhatian Pemerintah Kota Jambi. Bahkan, pendampingan terus dilakukan dan kami merasa benar-benar diperhatikan. Kehadiran personel Satpol PP yang selalu bersiaga juga memberikan rasa aman bagi kami,” ungkapnya.
Menurut Herlus, kualitas pelayanan yang diberikan tuan rumah menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung kesuksesan penyelenggaraan MTQH. Sebab, keberhasilan sebuah kegiatan tidak hanya diukur dari kelancaran perlombaan, tetapi juga dari keramahan, keamanan, dan kenyamanan yang dirasakan para peserta.
Melalui jamuan dan ramah tamah bersama 11 kafilah tersebut, Pemerintah Kota Jambi menegaskan komitmennya untuk menjadi tuan rumah yang terbuka, ramah, dan memberikan pelayanan terbaik bagi seluruh peserta.
MTQH ke-55 Tingkat Provinsi Jambi Tahun 2026 diharapkan tidak hanya melahirkan qari, qariah, hafiz, hafizah, dan peserta terbaik, tetapi juga semakin memperkuat kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an, mempererat ukhuwah Islamiyah, serta membangun persaudaraan dan kebersamaan antardaerah.(*)











