“Dengan memohon ridho Allah SWT dan iringan Bismillahirrahmanirrahim, Gerakan Pangan Murah secara resmi saya buka,” pungkas Sekda Sudirman.
Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jambi Johansyah melaporkan bahwa pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) dalam rangka Peringatan Hari Pangan Sedunia 2026 merupakan tindak lanjut surat dari Badan Pangan Nasional terkait GPM serentak secara nasional.
“Kegiatan ini hasil kolaborasi Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jambi dengan Dinas Pertanian Kota Jambi, mengingat provinsi tidak memiliki wilayah operasional, sehingga pelaksanaan GPM bergabung dengan Kota Jambi,” ujar Johansyah.
Dikatakan Johansyah, distributor pangan yang terlibat antara lain Bulog, ID Food, Indogrosir, PPI, serta dukungan kelompok Gapoktan dan KWT binaan Kota Jambi. Adapun tujuan kegiatan ini adalah:
1. Menjaga stabilisasi pasokan dan harga pangan.
2. Menekan inflasi daerah.
Johansyah juga melaporkan, inflasi yoy Provinsi Jambi turun dari 3,60% pada September menjadi 2,97% pada Oktober 2026. Namun komoditas penyumbang inflasi masih tinggi, seperti cabai merah keriting, cabai rawit merah, dan daging sapi. Pada GPM ini juga dijual komoditas dengan harga di bawah pasaran, diantaranya minyak goreng dengan harga Rp.15.500 / Kg dan beras SPHP dengan harga Rp.58.000 / 5 Kg.
“Ke depan, instrumen pengendalian inflasi akan dilanjutkan melalui program LATIBA (Lahan Abadi Hortikultura) di setiap kabupaten/kota untuk menanam komoditas penyumbang inflasi. Saat ini yang berjalan baru di Kota Jambi dan Bungo, dimana Kota Jambi berhasil mengolah lahan 10 hektar,” katanya.
Acara ini turut dihadiri unsur Forkopimda Provinsi Jambi, Staf Ahli Gubernur Jambi Muktamar Hamdi, Asisten Sekda Provinsi Jambi, Wali Kota Jambi yang diwakili Staf Ahli Bidang Perekonomian dan pembangunan Feriadi, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jambi Tedy Arif Budiman, Kadis Ketahanan Pangan Kota Jambi, Yang mewakili Kepala BPS dan Kepala Bulog Provinsi Jambi serta para undangan lainnya. (*)











