Pada proyek terbarunya, Kumiscacing membawa semangat “Revisiting the past, breathing new life into old sounds”, yakni menggali kembali materi musik dari rentang 2011 hingga 2025 untuk diolah menjadi karya baru.
Proses produksi “oCD” melibatkan sejumlah kolaborator lintas skena, di antaranya Imam F. dari My First Impression dan Suregary, serta Riri Ferdiansyah dari unit post-rock Semiotika.
Sementara proses mixing dan mastering dikerjakan Hadiyan Fazari, dengan dukungan sound engineer Arie CM dan Joko Satriyo.
Single “oCD” menjadi pembuka menuju rangkaian perilisan berikutnya, yakni “Yangtze” dan “Giant Fish”. Ketiga lagu tersebut akan bermuara pada album penuh bertajuk “Manifest” yang dijadwalkan rilis pada 2027.
Perilisan karya Kumiscacing dikomunikasikan melalui Poros Selatan Club, unit komunikasi rilisan yang berfokus mendukung karya musisi independen dari wilayah selatan Indonesia. (*)











