JAMBI, netinfo.id – Gubernur Jambi Dr. H. Al Haris, S.Sos. MH, menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk memberikan pelayanan kepada calon jemaah haji dari tanah air hingga tanah suci, pastikan seluruh layanan terbaik, pendamping haji di Arab Saudi berjalan maksimal dan tidak boleh ada jemaah yang merasa diabaikan.
Pernyataan tersebut ditegaskannya saat Pelepasan Jemaah Calon Haji (JCH) yang tergabung dalam Kloter Pertama BTH 13 berjumlah 443 JCH dari Kota Jambi dan petugas haji TPHD 4 orang serta PPIH 4 orang Provinsi Jambi Tahun 1447 Hijriah/2026 Masehi, bertempat di Asrama Haji Kota Baru, Kota Jambi, Selasa (05/05/2026) malam.
Prosesi pelepasan berlangsung dengan khidmat dan lancar, sekaligus menjadi penanda kesiapan penyelenggaraan haji khusus tahun 2026 dengan mengedepankan pelayanan yang profesional, aman, dan nyaman bagi jemaah.
Dalam sambutan dan arahannya Gubernur Al Haris menyampaikan bahwa kloter 13 merupakan pertama dari 8 kloter Provinsi Jambi dengan total kuota lebih dari 3.306 jemaah calon haji Provinsi Jambi beserta petugas yang diberangkatkan ke tanah suci. “Jumlah kuota ini menjadi kabar gembira bagi kita semua, dengan kenaikan kuota dari Tahun 2025, yang berjumlah 2.938 orang Calon Jemaah Haji beserta petugas,” ujar Gubernur Al Haris.
“Semoga para Jemaah Calon Haji dapat melaksanakan semua rukun haji dengan sempurna dan mendapat maghfirah dari Allah SWT, menjadi haji yang mabrur, mendapat pahala yang besar dan tempat yang tinggi di surga kelak. Dan mohon doa nya dari Tanah Suci untuk daerah Provinsi Jambi agar menjadi negeri yang aman, nyaman, tentram bagi seluruh masyarakat,” lanjutnya.
Gubernur Al Haris mengigatkan Jemaah Calon Haji (JCH) yang berangkat untuk selalu menjaga kesehatan fisik, dan persiapkan diri untuk beribadah terus ikuti arahan petugas yang telah ditunjuk. “Jema’ah yang berangkat untuk menjaga kondisi fisik, mengingat ibadah haji merupakan ibadah yang membutuhkan kesiapan fisik dan mental,” ucap Gubernur Al Haris.
Gubernur Al Haris menjelaskan, ujian kesabaran mental benar-benar diuji di tanah suci dengan kondisi fasilitas terbatas. Di sini, jemaah diuji untuk menahan ego, tidak berkeluh kesah, dan tetap bersabar meskipun situasi tidak ideal.
“Fisik, mental, dan emosi diuji untuk mencapai haji mabrur. Ujian ini adalah bagian integral dari prosesi ibadah untuk melepaskan keterikatan duniawi dan mendekatkan diri kepada Allah,” jelas Gubernur Al Haris.
Dikatakan Gubernur Al Haris, Pemerintah Provinsi Jambi sudah mengusulkan ke pemerintah pusat agar Bandara Sultan Thaha Jambi bisa dijadikan bandara internasional, dan sekarang tim sudah turun memantau langsung.











