Seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan menuturkan bahwa sungai yang dahulu jernih dan menjadi tempat mencari ikan kini keruh bak kopi susu. Menurutnya, sejak tambang ilegal semakin marak, badan sungai rusak dan airnya tak lagi dapat digunakan untuk kebutuhan sehari-hari. Ia juga mengkhawatirkan dugaan pencemaran merkuri dan dampaknya terhadap kesehatan warga.
Dugaan adanya merkuri dalam air sungai masih memerlukan konfirmasi melalui uji laboratorium.
Penelusuran menjangkau jaringan pendukung
Operasi ini digelar melalui kolaborasi Satgas PKH dengan Pemprov Jambi, Korem 042/Garuda Putih, Polda Jambi, Kejaksaan Tinggi Jambi, Balai Besar TNKS, dan pemerhati lingkungan hidup. Polda Jambi dan Kejati Jambi turut menggelar operasi imbangan untuk memperkuat penegakan hukum.
Satgas PKH juga memetakan pelaku di lapangan, pemasok bahan bakar minyak (BBM), serta pihak yang diduga membantu atau melindungi kegiatan penambangan ilegal. Saat ditanya mengenai dugaan keterlibatan aparatur pemerintah sebagai beking,
Wadansatgas PKH menegaskan bahwa setiap pihak yang terbukti terlibat akan dimintai pertanggungjawaban sesuai hukum tanpa pandang bulu, termasuk apabila ditemukan keterlibatan oknum Polri, TNI, atau jaksa. Ia meminta masyarakat yang memiliki informasi untuk melapor kepada Satgas PKH.
Operasi digelar atas perintah Menteri Pertahanan RI selaku Ketua Pengarah Satgas PKH dan mencakup seluruh kawasan TNKS di Provinsi Jambi. Penertiban berlangsung tanpa tenggat yang ditetapkan dan akan berlanjut hingga seluruh sasaran tuntas.(*)











