Sementara itu, Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menyampaikan bahwa perempuan memiliki peran signifikan dalam ekosistem ekonomi digital yang terus berkembang. Keterlibatan perempuan dinilai dapat memperkuat inklusivitas serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata.
Namun demikian, ia juga menyoroti sejumlah tantangan, terutama meningkatnya kejahatan keuangan berbasis digital yang kerap menyasar perempuan. Oleh karena itu, perlu adanya keseimbangan antara perluasan akses dan penguatan perlindungan dalam ruang digital.
“Transformasi digital harus berjalan secara inklusif dan aman, termasuk dengan memastikan perlindungan bagi perempuan sebagai bagian penting dalam ekosistem ekonomi digital,” kata Meutya.
Lebih lanjut, Kementerian Komunikasi dan Digital juga terus menggencarkan program perlindungan, termasuk bagi anak dan perempuan, yang diharapkan dapat memperkuat ketahanan sosial sekaligus mendukung stabilitas ekonomi nasional.
OJK menilai bahwa pemberdayaan perempuan melalui peningkatan kapasitas, akses, serta perlindungan merupakan faktor kunci dalam menciptakan pembangunan ekonomi yang inklusif, tangguh, dan berkelanjutan.
Ke depan, OJK akan terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan guna mendorong perempuan sebagai agen perubahan dalam pembangunan ekonomi nasional, sekaligus mempercepat terwujudnya Indonesia sebagai kekuatan ekonomi digital yang berdaya saing global.(*)











