Founder PT Cassia Co-Op, Patrick Barthelemy, menambahkan bahwa kolaborasi ini membuka peluang besar dalam memperluas akses pasar ekspor sekaligus memperkuat branding kayu manis Kerinci di kancah global.
Menurutnya, komoditas ini memiliki nilai ekonomi tinggi dan permintaan yang terus meningkat di pasar internasional.
Melalui kerja sama ini, ekspor kayu manis ditargetkan mencapai 1.000 hingga 1.500 ton sepanjang 2026, dengan tujuan pasar utama meliputi Amerika, Eropa, dan Asia.
Target tersebut mencerminkan optimisme terhadap peningkatan kinerja ekspor sekaligus kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.
Kehadiran Pelindo sebagai operator pelabuhan dinilai krusial dalam menciptakan efisiensi logistik nasional.
Dengan terjalinnya kemitraan ini, Pelabuhan Talang Duku diharapkan semakin memperkuat perannya sebagai hub ekspor komoditas unggulan Jambi, sekaligus mendorong peningkatan nilai tambah sektor perkebunan di wilayah Kerinci.(*)











