Menurutnya, terdapat dua alasan utama pentingnya penguatan kompetensi keuangan sejak usia sekolah. Pertama, pengetahuan yang diperoleh sejak dini akan lebih mudah tertanam hingga dewasa.
Kedua, pembelajaran sejak dini dapat membantu mengurangi kesenjangan akibat perbedaan latar belakang sosial ekonomi, sehingga setiap siswa memiliki kesempatan yang lebih setara dalam menghadapi masa depan.
Magda juga menegaskan bahwa berbagai bukti empiris menunjukkan kompetensi keuangan mampu meningkatkan ketahanan individu dalam menghadapi berbagai guncangan,
termasuk risiko penipuan, membantu pengelolaan utang secara bijak, menghindari utang berlebih, serta mendorong pengambilan keputusan investasi yang lebih rasional melalui pemahaman risiko dan imbal hasil.
Secara keseluruhan, peningkatan literasi keuangan tidak hanya mendukung kesejahteraan individu, tetapi juga berkontribusi terhadap stabilitas sistem keuangan, efektivitas kebijakan moneter, serta pengurangan kesenjangan sosial.
Webinar ini merupakan bagian dari peringatan Global Money Week 2026 yang mengusung tema “Smart Money Talks”, sebuah inisiatif global yang digagas oleh Organisation for Economic Co-operation and Development International Network on Financial Education (OECD/INFE).
GMW 2026 menekankan pentingnya percakapan terbuka, inklusif, dan bermakna mengenai keuangan di lingkungan keluarga, sekolah, dan komunitas. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis tentang keuangan, membentuk perilaku keuangan yang bertanggung jawab, serta menumbuhkan kepercayaan diri finansial peserta didik sejak dini.
Kegiatan tersebut diikuti oleh sekitar 3.000 peserta yang terdiri dari perwakilan kementerian dan lembaga, industri jasa keuangan, guru dan tenaga pendidik, akademisi, ekonom, mahasiswa, Duta Literasi Keuangan OJK, serta pegawai OJK.(*)











