Menurutnya, demokrasi lokal tidak hanya dipengaruhi oleh institusi politik, tetapi juga oleh relasi kekuasaan yang dibangun para elit melalui jaringan sosial, ekonomi, budaya, dan politik.
“Politik lokal pada hakikatnya adalah arena kontestasi antar elit untuk memperebutkan pengaruh, sumber daya, dan kekuasaan. Karena itu, memahami elit lokal berarti memahami bagaimana demokrasi bekerja di tingkat daerah,” jelasnya.
Bagi Muhammad Samin, peluncuran buku ini bukan hanya pencapaian akademik, melainkan juga bentuk komitmen untuk menjaga tradisi literasi dan intelektual di tengah kesibukan sebagai wakil rakyat.
Ia meyakini bahwa menulis merupakan bagian penting dari proses berpikir dan pengabdian seorang intelektual kepada masyarakat.
“Menulis adalah nafas seorang intelektual. Saya selalu percaya bahwa menulislah maka kamu ada. Pemikiran yang ditulis akan menjadi jejak yang bisa dibaca, dipelajari, dan diwariskan kepada generasi berikutnya,” katanya.
Kehadiran buku ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi mahasiswa, akademisi, peneliti, maupun masyarakat umum yang ingin memahami lebih jauh mengenai politik lokal dan dinamika kekuasaan di Indonesia.
Peluncuran buku Elit Lokal dalam Kontestasi Politik sekaligus menunjukkan bahwa dunia politik tidak harus terpisah dari dunia akademik. Sebaliknya, keduanya dapat saling menguatkan dalam menghasilkan gagasan dan pemikiran yang bermanfaat bagi pembangunan demokrasi dan kemajuan daerah.
Dari pantauan media, buku elit lokal dalam kontestasi politik ini merupakan karya kedua dari Muhammad Samin, setelah karya perdananya tentang autobigrafi Basuki Cahya Purnomo alias ahok diterbitkan oleh gramedia group dalam kumpulan penulis kompasiana dengan judul Ahok untuk Indonesia.(*)











