Pemkot Siapkan Pusat UMKM, Jogging Track, hingga Wisata
Sementara itu, Wali Kota Jambi Maulana mengungkapkan bahwa pemerintah kota telah menyiapkan rencana pengembangan kawasan Telago Kajang Lako agar memiliki manfaat yang lebih luas. Selain sebagai infrastruktur pengendalian banjir, kawasan tersebut diarahkan menjadi ruang publik yang mendukung aktivitas ekonomi dan pariwisata.
Lokasinya yang berada di kawasan perkotaan dan tidak jauh dari Kantor Wali Kota Jambi dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi salah satu destinasi aktivitas masyarakat.
Maulana menyebutkan, terdapat dua kawasan yang direncanakan menjadi pusat UMKM. Pengembangannya akan mengutamakan masyarakat terdampak pembangunan dan warga kurang mampu, agar manfaat proyek tidak hanya dirasakan melalui pengurangan risiko banjir, tetapi juga melalui terbukanya kesempatan usaha.
“Kita akan menyiapkan mekanisme agar kawasan ini memiliki nilai ekonomi. Ada dua kawasan yang direncanakan menjadi pusat UMKM, dengan memprioritaskan masyarakat terdampak dan warga kurang mampu. Kita juga akan menyiapkan dukungan permodalan agar mereka dapat menjalankan usaha di sini,” jelas Maulana.
Selain sentra UMKM, kawasan tersebut direncanakan dilengkapi jogging track untuk mendukung aktivitas olahraga dan rekreasi warga. Pemerintah kota juga akan mengawasi pemanfaatan kawasan agar tetap tertib dan sesuai dengan peruntukannya.
Di sisi lain, Pemkot Jambi berkomitmen menuntaskan proses ganti rugi lahan warga yang terdampak pembebasan lahan di sempadan sungai, dengan luas sekitar 0,7 hektare.
Ditargetkan Tangani 60 Persen Persoalan Banjir di Sistem Asam
Dari sisi teknis, Kolam Retensi Telago Kajang Lako dirancang untuk membantu mengurangi persoalan banjir di sepanjang aliran Sungai Sistem Asam. Berdasarkan perhitungan dan kajian yang telah dilakukan, infrastruktur ini ditargetkan mampu menangani sekitar 60 persen persoalan banjir di kawasan aliran sungai tersebut.
Kolam retensi ini juga dilengkapi pintu air untuk membantu mengatur aliran air di kawasan Lingga Permai, sehingga pengendalian air dapat dilakukan secara lebih terarah.
Meski demikian, Maulana menegaskan bahwa optimalisasi fungsi kolam retensi tetap membutuhkan perencanaan, pengelolaan, dan pengawasan yang baik.
“Berdasarkan kajian yang dilakukan, kita berupaya agar fungsi kolam retensi ini dapat berjalan optimal. Tentu, pelaksanaannya membutuhkan perencanaan dan pengelolaan yang baik,” kata Maulana.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Edi Purwanto atas dukungan dan perannya dalam mendorong pembangunan di Kota Jambi, khususnya infrastruktur pengendalian banjir.
Menurut Maulana, kolaborasi pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan Pemerintah Kota Jambi menjadi faktor penting dalam mempercepat pembangunan sekaligus memastikan infrastruktur yang dibangun memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Dengan sama-sama kita berjuang, kita bisa melakukan pembangunan ini yang insyaallah manfaatnya dapat dimanfaatkan masyarakat,” pungkas Maulana.
Dengan target penyelesaian pada akhir November 2026, Kolam Retensi Telago Kajang Lako diharapkan menjadi salah satu langkah strategis Kota Jambi dalam mengurangi risiko banjir. Lebih dari itu, pengembangan kawasan ini juga diharapkan mampu menghadirkan ruang publik yang nyaman, mendorong pertumbuhan UMKM, dan membuka peluang ekonomi baru bagi warga sekitar.(*)











