AdvetorialHeadlinePendidikan

Khidmat! Universitas Adiwangsa Jambi Lantik Lulusan Profesi Kesehatan, Rektor Tekankan Sumpah dan Pengabdian kepada Masyarakat

×

Khidmat! Universitas Adiwangsa Jambi Lantik Lulusan Profesi Kesehatan, Rektor Tekankan Sumpah dan Pengabdian kepada Masyarakat

Sebarkan artikel ini

Ia menekankan bahwa kemampuan akademik saja tidak cukup tanpa disertai karakter dan tanggung jawab moral.
“Tidak cukup dengan ilmu, tetapi dibutuhkan akhlak yang mulia agar ilmu itu dapat dijalankan dengan baik,” tuturnya.

Pesan tersebut menjadi relevan bagi tenaga kesehatan yang setiap hari berhadapan dengan kebutuhan, harapan, dan keselamatan masyarakat. Profesionalisme tidak hanya diukur dari keterampilan menjalankan tindakan medis atau pelayanan kefarmasian, tetapi juga dari kejujuran, empati, kedisiplinan, serta kepatuhan terhadap kode etik profesi.

Rektor turut menyampaikan kabar baik mengenai capaian akreditasi unggul untuk program studi Farmasi dan Profesi Apoteker. Ia berharap capaian tersebut menjadi motivasi bagi seluruh sivitas akademika untuk terus meningkatkan mutu pendidikan dan mempertahankan kepercayaan masyarakat.

Di akhir sambutannya, Said Rizal kembali mengajak para lulusan menjalankan sumpah profesi dengan sepenuh hati.

Ia menutup pesannya melalui pantun yang mengandung harapan agar para tenaga kesehatan dapat menjalankan pengabdian dengan tulus dan membawa nama baik bangsa.

“Jalankan sumpah setulus jiwa, abdi kesehatan harumkan negeri,” ucapnya.

Makna kelulusan dan sumpah profesi juga dirasakan Deni Harizan Fitriani, salah seorang lulusan profesi bidan yang berdomisili di Bulian.

Deni mengungkapkan, salah satu tantangan terbesar selama menempuh pendidikan profesi adalah tuntutan untuk terus memperbarui pengetahuan agar mampu memberikan pelayanan yang sesuai dengan perkembangan ilmu kesehatan.

“Dalam pendidikan profesi ini, tantangannya kita harus mencari lagi ilmu-ilmu terbaru untuk melayani masyarakat,” ujarnya.

Di tengah kesibukannya bekerja sambil menjalani perkuliahan, Deni mengaku memperoleh pengalaman berkesan selama menempuh pendidikan. Ia menyebut Ibu Dr. Depi dan Ibu Gustin sebagai sosok yang memberikan pengalaman positif selama proses perkuliahan.

Setelah menyelesaikan pendidikan profesi dan memperoleh gelar profesi bidan, Deni berkomitmen menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab, memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, serta menaati kode etik yang berlaku.

READ  Eks Pramugari Mengalami Pendarahan Hebat Usai Teguk Jamu Penggugur Kandungan

“Komitmennya, kita harus bertanggung jawab atas gelar yang didapat, terus menjalani pelayanan kepada masyarakat, dan tidak melanggar kode etik,” tuturnya.

Ia juga berpesan kepada mahasiswa dan adik-adik yang masih menempuh pendidikan agar tetap semangat menghadapi berbagai tantangan. Menurutnya, kesulitan selama proses belajar harus dijadikan bagian dari perjalanan untuk menjadi pribadi yang lebih baik.

“Untuk adik-adik yang lagi sekolah, untuk menambah ilmu, tetap semangat, jalanin aja. Walaupun susah menghadapi dosen atau segala macam, tetap bersyukur saja. Bismillah,” pesannya.

Deni menutup ceritanya dengan rasa syukur karena berhasil menyelesaikan pendidikan dengan IPK di atas 3,00. Baginya, keberhasilan tersebut tidak terlepas dari semangat, rasa syukur, dan komitmen untuk terus belajar.(*)