JAMBI, netinfo.id – Menyiapkan generasi emas Indonesia 2045 harus dimulai sejak anak berada pada usia dini. Pendidikan yang berkualitas, pola pengasuhan yang tepat, serta dukungan keluarga dan lingkungan menjadi fondasi penting dalam membentuk generasi yang cerdas, berkarakter, dan siap menghadapi masa depan.
Hal tersebut ditegaskan Bunda PAUD Kota Jambi, Dr. dr. Hj. Nadiyah, Sp.OG, dalam kegiatan Sosialisasi Kebijakan Wajib Belajar 13 Tahun yang digelar Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi di Aula Grha Siginjai, Kantor Wali Kota Jambi, Jumat (23/10/2026).
Menurut Nadiyah, pendidikan anak usia dini (PAUD) memiliki peran strategis dalam membangun kesiapan anak secara menyeluruh, mulai dari perkembangan karakter, kemampuan sosial, hingga kesiapan memasuki jenjang pendidikan dasar.
Ia menilai, upaya menyiapkan generasi unggul tidak bisa dilakukan secara instan, melainkan harus dibangun melalui proses pendidikan yang berkesinambungan sejak tahun-tahun pertama kehidupan anak.
“Pendidikan anak usia dini menjadi bagian penting dalam menyiapkan generasi yang berkualitas. Karena itu, akses terhadap layanan PAUD harus terus diperluas agar semakin banyak anak memperoleh kesempatan belajar sejak dini,” menjadi salah satu pesan penting dalam upaya mewujudkan Indonesia Emas 2045.
Wajib Belajar 13 Tahun, Perkuat Fondasi Pendidikan Anak
Sosialisasi kebijakan Wajib Belajar 13 Tahun merupakan bagian dari komitmen Pemkot Jambi dalam memperluas akses pendidikan, termasuk melalui pemenuhan satu tahun pendidikan prasekolah sebelum anak memasuki sekolah dasar.
Kegiatan ini diikuti 235 peserta dari berbagai unsur, mulai dari perwakilan perangkat daerah, camat se-Kota Jambi, Forum Ketua RT, Bunda PAUD tingkat kecamatan, penilik dan pengawas pendidikan, hingga pemangku kepentingan lintas sektor.
Hadir sebagai narasumber, Bunda PAUD Kota Jambi Nadiyah, Asesor Pendidikan Provinsi Jambi, serta perwakilan Dinas Pendidikan Kota Jambi.
Melalui kegiatan ini, Pemkot Jambi mendorong penguatan komitmen bersama untuk memperluas pemerataan akses PAUD, meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap kebijakan pendidikan, serta mengoptimalkan pemantauan penyelenggaraan layanan PAUD di seluruh wilayah kota.
Nadiyah juga menekankan pentingnya keterlibatan orang tua dalam mendampingi dan mengawasi tumbuh kembang anak, terutama di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital.
Menurutnya, pendidikan anak tidak hanya berlangsung di satuan pendidikan, tetapi juga dibentuk melalui pola asuh keluarga dan lingkungan sehari-hari. Karena itu, orang tua perlu memastikan anak memperoleh pendampingan yang tepat agar tumbuh dan berkembang secara optimal.
Ia turut mendorong camat dan lurah agar lebih aktif memastikan anak-anak di wilayah masing-masing mendapatkan akses pendidikan sejak usia dini. Koordinasi bersama Ketua RT dan berbagai pemangku kepentingan dinilai penting untuk menjangkau anak-anak yang belum memperoleh layanan PAUD.











