AdvetorialDaerahPendidikan

Nadiyah: Pendidikan Anak Usia Dini Jadi Fondasi Generasi Emas 2045

×

Nadiyah: Pendidikan Anak Usia Dini Jadi Fondasi Generasi Emas 2045

Sebarkan artikel ini
Bunda PAUD Kota Jambi, Dr. dr. Hj. Nadiyah, Sp.OG, saat menyampaikan pentingnya pendidikan anak usia dini dalam menyiapkan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045 pada Sosialisasi Kebijakan Wajib Belajar 13 Tahun di Aula Grha Siginjai, Kantor Wali Kota Jambi.

Luncurkan Aplikasi Layanan PAUD

Dalam kesempatan yang sama, Pemkot Jambi meluncurkan aplikasi penginputan layanan Pendidikan Anak Usia Dini Kota Jambi. Kehadiran aplikasi ini diharapkan dapat memperkuat pendataan, koordinasi, serta pemantauan layanan PAUD agar lebih efektif dan terarah.

Peluncuran dilakukan bersama Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kota Jambi, Dr. H. Mulyadi, S.Pd., M.Pd.; Bunda PAUD Kota Jambi, Dr. dr. Hj. Nadiyah, Sp.OG; Kepala Balai Bahasa Provinsi Jambi, M. Zaki; serta sejumlah pejabat terkait.

Dalam sambutannya, Mulyadi menegaskan bahwa satu tahun pendidikan prasekolah bukan sekadar persiapan akademik sebelum masuk sekolah dasar. Lebih dari itu, pendidikan prasekolah berperan membangun kemampuan dasar, karakter positif, serta kesiapan fisik, mental, sosial, dan emosional anak.

“Pendidikan prasekolah bukan semata-mata upaya mempercepat anak agar bisa membaca, menulis, dan berhitung. Lebih dari itu, pendidikan prasekolah harus membantu anak berkembang secara utuh sesuai dengan tahapan usianya,” ujarnya.

Ia menambahkan, proses pembelajaran anak usia dini harus berlangsung menyenangkan dan disesuaikan dengan tahap tumbuh kembang anak. Anak perlu diberi ruang untuk bermain, bereksplorasi, berinteraksi, berkomunikasi, mengenali lingkungan, serta membangun rasa percaya diri.

Terkait aplikasi layanan PAUD, Mulyadi berharap pemanfaatan teknologi dapat memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kualitas pelayanan pendidikan di Kota Jambi.

“Kehadiran aplikasi ini diharapkan tidak berhenti pada kegiatan peluncuran atau sekadar menjadi simbol kemajuan teknologi, tetapi harus memberikan manfaat nyata dan mendukung peningkatan kualitas layanan PAUD di seluruh wilayah Kota Jambi,” tegasnya.

Kolaborasi Jadi Kunci Menuju Indonesia Emas 2045

Mulyadi menegaskan, keberhasilan program Wajib Belajar 13 Tahun membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan keluarga, satuan pendidikan, dunia usaha, organisasi masyarakat, dan para pemangku kepentingan lainnya.

READ  Misteri Kematian Mahasiswi S-2 Asal Tebo: Ditemukan Tergantung di Kamar Saat Akan Pulang Kampung

Pemenuhan kebutuhan anak usia dini, lanjutnya, juga tidak terbatas pada pendidikan. Aspek kesehatan, gizi, perlindungan anak, pengasuhan, serta lingkungan yang aman dan mendukung turut menentukan kualitas tumbuh kembang anak.

Karena itu, sinergi lintas sektor perlu terus diperkuat, khususnya antara perangkat daerah yang membidangi pendidikan, kesehatan, perlindungan anak, administrasi kependudukan, serta unsur kewilayahan hingga tingkat kelurahan dan RT.

“Mari kita bergandengan tangan memperkuat komitmen dan bekerja dengan penuh keikhlasan. Anak-anak kita adalah amanah, pendidikan adalah hak mereka, dan masa depan mereka merupakan tanggung jawab bersama,” pungkasnya.

Melalui sosialisasi kebijakan Wajib Belajar 13 Tahun dan peluncuran aplikasi layanan PAUD, Pemkot Jambi berharap akses pendidikan anak usia dini semakin luas, merata, berkualitas, dan inklusif.

Upaya tersebut diharapkan mampu memastikan setiap anak memperoleh kesempatan belajar sesuai kebutuhannya, sekaligus memperkuat fondasi sumber daya manusia yang unggul, berkarakter, dan produktif dalam menyongsong Indonesia Emas 2045.(*)

Editor: redaksi