Jangan Tunggu Warga Krisis Air
Kemas Faried menilai, keterlibatan dunia usaha dapat menjadi langkah strategis untuk mempercepat penyaluran air bersih, terutama ke kawasan yang memiliki keterbatasan sumber air.
Perusahaan yang berada di sekitar wilayah rawan kekeringan, misalnya, dapat membantu memasok air secara langsung tanpa harus menunggu situasi semakin memburuk. Dengan koordinasi yang baik, bantuan diharapkan bisa menjangkau masyarakat lebih cepat.
Ia juga mengingatkan agar pemerintah tidak hanya mengandalkan laporan warga ketika persoalan air bersih mulai terjadi. Sistem kesiapsiagaan harus berjalan hingga tingkat pemerintahan paling bawah, mulai dari camat, lurah hingga ketua RT.
“Kita juga harus menyikapi kondisi musim kering ini. Ini harus melibatkan semua pihak sampai ke tingkat RT. Jangan sampai ketika masyarakat sudah kesulitan mendapatkan air, baru kita bergerak,” tegasnya.
Menurutnya, deteksi dini menjadi kunci agar potensi kekurangan air dapat diantisipasi sebelum berkembang menjadi persoalan yang lebih luas. Data wilayah rawan kekeringan juga akan membantu pemerintah menentukan prioritas distribusi sekaligus mengoptimalkan dukungan dari pihak swasta.
Kemas Faried berharap sinergi antara pemerintah, dunia usaha dan masyarakat dapat diwujudkan melalui langkah nyata, bukan sekadar imbauan. Dengan persiapan yang matang dan koordinasi lintas sektor, kebutuhan air bersih masyarakat Kota Jambi diharapkan tetap terpenuhi meski menghadapi musim kemarau berkepanjangan.(netinfo.id/Adv)











