” Pemkab siap bersinergi dan memfasilitasi penyediaan lahan demi memastikan Batalyon Teritorial Pembangunan ini segera terwujud,” Papar Dillah Hich dihadapan Wakasad, dan jajaran pejabat Kementrian Pertahanan.
Dengan terwujudnya Rencana strategis ini nantinya, menurut Dillah, akan memberi dampak positif bagi masyarakat Tanjung Jabung Timur, sebab keberadaan batalyon non tempur ini, akan membawa beberapa sektor krusial, diantaranya ketahanan Pangan,
pemberdayaan masyarakat, rehabilitas kawasan, hingga tanggap darurat kebencanaan dan pelestarian lingkungan, selain penguatan pangkalan TNI AL . “Bakal ada ribuan Prajurit TNI akan tinggal di Tanjabtim,” ujarnya.
Pemkab Tanjab Timur, lanjut Bupati, mengusulkan Kecamatan Sadu sebagai lokasi untuk pembangunan Batalyon ini, selanjutnya akan disurvey dan pelaksanaan secara keseluruhan di bawah kewenangan dan tanggung jawab dari Direktorat Jendral Potensi Pertahanan pada Kementrian Pertahanan RI.
Bupati mengharapkan, melalui pembentukan Batalyon Teritorial Pembangunan ini, TNI AD tidak hanya bertindak sebagai penjaga kedaulatan dari ancaman fisik, melainkan hadir sebagai mitra strategis Pemkab Tanjab Timur dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat di sepanjang sabuk pertahanan pantai timur Provinsi Jambi.***









