Pasca kejadian, HF mengaku memperoleh informasi dari sejumlah pihak di lingkungan sekolah yang menyebut dugaan tindakan serupa pernah terjadi sebelumnya. Namun, informasi tersebut masih sebatas keterangan dari beberapa pihak dan belum mendapat konfirmasi resmi.
“Bahkan ada beberapa pernyataan yang menyebut kejadian serupa pernah terjadi sebelumnya,” ujarnya.
HF berharap pihak sekolah maupun Dinas Pendidikan Provinsi Jambi dapat menindaklanjuti laporan tersebut secara serius dan profesional sesuai aturan yang berlaku.
Menurutnya, penanganan yang tegas penting dilakukan untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan bebas dari segala bentuk kekerasan maupun pelecehan.
Kasus ini kembali menjadi pengingat bahwa lingkungan pendidikan harus menjadi ruang yang aman bagi seluruh warga sekolah, baik siswa, guru, maupun tenaga kependidikan.
Setiap laporan dugaan pelecehan perlu ditangani secara objektif, transparan, dan mengedepankan asas keadilan bagi semua pihak.
Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak SMA Negeri 10 Kota Jambi maupun dari pihak yang disebut dalam laporan terkait dugaan tersebut.(*)











