Ia menegaskan, percepatan pembangunan harus diikuti standar keselamatan yang ketat, terutama pada jembatan gantung yang digunakan warga setiap hari. Menurutnya, keberhasilan proyek diukur dari sejauh mana masyarakat merasakan dampak langsung, bukan hanya dari target penyelesaian.
“Kita kejar waktu, tapi tidak boleh abaikan kualitas pekerjaan. Jembatan ini harus kuat, aman, dan bertahan lama karena dipakai setiap hari oleh masyarakat,” ujarnya.
Keterlibatan TNI dalam pengawalan proyek infrastruktur ini, lanjutnya, merupakan bagian dari fungsi teritorial untuk memastikan tidak ada wilayah yang tertinggal akibat keterbatasan akses.
Di dua lokasi tersebut, hambatan geografis selama ini berdampak langsung pada aktivitas warga. Mulai dari distribusi hasil kebun hingga akses pendidikan dan layanan dasar. Dengan hadirnya jembatan permanen dan aman, risiko tersebut diharapkan berkurang signifikan.
Percepatan pembangunan dua jembatan ini diproyeksikan menjadi pengungkit konektivitas kawasan Kerinci dan Sungai Penuh, sekaligus memperkuat fondasi ekonomi lokal yang selama ini tertahan oleh keterbatasan infrastruktur. (*)











