JAMBI, netinfo.id – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jambi menyambut baik upaya memperkuat sinergi bersama Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Jambi dalam pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan serta peredaran gelap narkotika.
Pertemuan tersebut berlangsung di Aula BNNP Jambi, Senin (21/9/2026). Pertemuan menjadi momentum untuk membangun kolaborasi antara lembaga pemerintah dan insan pers dalam meningkatkan edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya narkotika.
Kepala BNNP Jambi, Brigjen Pol Asep Saepudin, S.I.K., mengatakan persoalan narkotika di Provinsi Jambi perlu mendapatkan perhatian serius.
Hal itu terlihat dari banyaknya masyarakat yang menjalani proses asesmen setelah ditemukan indikasi penyalahgunaan maupun keterlibatan dalam peredaran narkotika.
“Berdasarkan data dan fakta yang kami dapatkan, baik dari Polres maupun Polda yang mengajukan asesmen, ditemukan pengguna maupun pengedar. Dalam satu minggu saja angka asesmen bisa mencapai sekitar 456 orang,” ujar Brigjen Pol Asep Saepudin, S.I.K.
Menurutnya, data tersebut menunjukkan bahwa persoalan narkotika tidak hanya berkaitan dengan penindakan hukum, tetapi juga menyangkut aspek pencegahan, rehabilitasi, edukasi dan penyelamatan masyarakat.
BNNP Jambi juga mencatat telah mengungkap 53 kasus narkotika dalam satu bulan terakhir. Angka tersebut, menurut Asep, menjadi gambaran bahwa peredaran narkotika masih menjadi persoalan yang perlu dihadapi secara bersama-sama.
“Artinya, peredaran narkotika di Jambi ini cukup lumayan. Ini menjadi perhatian kita bersama. Isu narkotika juga bukan hanya isu daerah, tetapi sudah menjadi isu nasional,” tegasnya.
Brigjen Pol Asep Saepudin, S.I.K., menjelaskan, perkembangan modus penyalahgunaan narkotika juga semakin beragam. Selain narkotika konvensional, aparat turut mewaspadai munculnya narkotika sintetis dan penyalahgunaan zat melalui perangkat vape.
Perkembangan ini sebelumnya juga menjadi perhatian BNNP Jambi karena adanya penyalahgunaan narkotika sintetis melalui perangkat vape.
Di tingkat nasional, BNN juga mengungkap modus baru berupa cairan yang mengandung metamfetamin, menunjukkan bahwa bentuk dan cara penyelundupan narkotika terus berkembang.
Brigjen Pol Asep Saepudin, S.I.K., menegaskan, pemberantasan narkotika menjadi salah satu bagian penting dalam agenda nasional. Karena itu, penanganannya membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, termasuk media massa.
Menurut Brigjen Pol Asep Saepudin, S.I.K., pers mempunyai posisi strategis dalam menyampaikan informasi yang benar sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat. Pemberitaan yang berimbang dan edukatif diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat agar tidak mudah terjerumus dalam penyalahgunaan narkotika.
“Program pemerintah juga menempatkan pemberantasan narkotika sebagai salah satu perhatian penting. Karena itu, kita membutuhkan dukungan semua pihak. BNN tidak bisa bekerja sendiri,” katanya..











