DaerahHeadlinePeristiwa

Blackout Sumatera Berujung Tragedi: 2 Remaja Tewas, Mahasiswi Terjebak Lift, Gangguan Diduga Berasal dari Jalur Transmisi Jambi

×

Blackout Sumatera Berujung Tragedi: 2 Remaja Tewas, Mahasiswi Terjebak Lift, Gangguan Diduga Berasal dari Jalur Transmisi Jambi

Sebarkan artikel ini
Gambar ilustrasi

JAMBI, netinfo.id – Pemadaman listrik massal atau blackout yang melanda hampir seluruh wilayah Sumatera pada Jumat malam (22/5/2026) berubah menjadi rangkaian peristiwa memilukan.

Tidak hanya melumpuhkan aktivitas masyarakat dan perekonomian, gangguan listrik terbesar tahun ini juga memicu korban jiwa, kepanikan di ruang publik, hingga situasi darurat di sejumlah daerah.

Blackout yang terjadi serentak di Aceh, Sumatera Utara, Riau, Sumatera Barat hingga Jambi membuat jutaan warga mendadak hidup tanpa penerangan selama berjam-jam. Dalam kondisi gelap total, berbagai insiden tak terduga mulai bermunculan.

Tragedi paling menyayat hati terjadi di Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat. Dua remaja dilaporkan meninggal dunia, sementara satu lainnya kritis setelah diduga keracunan gas karbon monoksida dari generator set (genset) yang dinyalakan di dalam ruangan tertutup.

Peristiwa itu bermula ketika ketiga korban berinisiatif menyalakan genset di sekretariat masjid untuk mengisi daya telepon genggam mereka yang kehabisan baterai akibat blackout. Setelah mesin dinyalakan, mereka tertidur di kamar belakang masjid dalam kondisi pintu tertutup rapat tanpa ventilasi udara.

Saat waktu Salat Subuh tiba, penjaga masjid curiga karena ketiganya tak kunjung keluar. Setelah pintu dibuka bersama keluarga korban, dua remaja ditemukan telah meninggal dunia di lokasi, sedangkan satu korban lainnya langsung dilarikan ke rumah sakit dalam kondisi kritis.

“Waktu mau Salat Subuh, garin masjid membangunkan mereka dengan mengetuk pintu, tetapi tidak ada jawaban,” ujar Wali Nagari Pandai Sikek, Mas’ap Widiawan.

Di tempat berbeda, kepanikan juga terjadi di lingkungan kampus Universitas Muhammadiyah Palembang, Sumatera Selatan. Seorang mahasiswi sempat terjebak di dalam lift selama sekitar satu jam saat listrik mendadak padam.

Lift yang dinaikinya berhenti di antara lantai dua dan tiga. Tim evakuasi kampus bersama petugas penyelamat akhirnya berhasil membuka pintu lift dan mengevakuasi korban dalam kondisi lemas akibat kekurangan udara.

READ  Safari Subuh di Masjid Raya Magat Sari, Gubernur Al Haris Ingatkan Warga Hadapi Kemarau dan Bijak Gunakan BBM

Sementara itu di sejumlah kota besar seperti Medan, warga mulai memburu genset dan lampu darurat untuk mengantisipasi pemadaman susulan. Antrean pembelian genset terlihat di beberapa toko elektronik sejak Sabtu pagi.

“Kalau listrik mati lama, panas, kulkas mati, anak-anak susah tidur. Kalau sampai delapan jam atau lebih tentu berat,” kata Irman, warga Medan.

Menanggapi gelombang protes masyarakat, Direktur Utama PT PLN (Persero), Darmawan Prasodjo, menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada seluruh masyarakat Sumatera yang terdampak.

PLN menyebut gangguan besar itu pertama kali terdeteksi pada Jumat malam pukul 18.44 WIB. Indikasi awal menunjukkan adanya gangguan pada jalur transmisi Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) 275 kV di ruas Muara Bungo – Sungai Rumbai, Provinsi Jambi.

“Indikasi awal karena faktor cuaca yang menyebabkan gangguan pada sistem transmisi tersebut,” ujar Darmawan.

Gangguan pada jalur interkoneksi itu kemudian memicu efek berantai yang menyebabkan sistem kelistrikan Sumatera lumpuh dalam waktu singkat dan berdampak terhadap sekitar 13,1 juta pelanggan PLN di berbagai provinsi.(*)