Pengembangan kacang koro menjadi salah satu bagian dari upaya memperkuat pemanfaatan komoditas pangan lokal.
Dalam pengembangan kawasan tersebut, Barantin menggandeng Pemerintah Provinsi Jambi, Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI), PAPTAKI, kelompok tani, serta sejumlah pihak lainnya.
Kolaborasi tersebut diharapkan dapat menjaga keberlanjutan pengembangan Kampung Pangan Terpadu sekaligus mendorong pemanfaatan potensi pangan lokal di tengah masyarakat.
Gubernur Jambi Al Haris mengapresiasi kolaborasi lintas sektor tersebut. Ia berharap kawasan pangan terpadu dapat mengoptimalkan potensi lokal sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
Dukungan serupa disampaikan HKTI Jambi dan PAPTAKI, terutama dalam mendorong pengembangan kacang koro sebagai salah satu alternatif komoditas pangan lokal.
Pencanangan kawasan tersebut ditutup dengan penanaman bersama sebagai simbol komitmen untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian menuju Hari Karantina Indonesia ke-149 dan HUT ke-3 Badan Karantina Indonesia.
Melalui kolaborasi tersebut, Barantin mendorong agar fungsi perlindungan sumber daya hayati berjalan beriringan dengan pengembangan potensi ekonomi daerah.
Kampung Pangan Terpadu diharapkan tidak hanya menghasilkan komoditas pangan, tetapi juga berkembang menjadi ruang pembelajaran bagi masyarakat dan generasi muda mengenai produksi pangan, budidaya, lingkungan, serta pemanfaatan komoditas lokal secara berkelanjutan. (*)









