EkonomiHeadlineNasional

Rupiah Anjlok ke Level Rp17.500 per Dolar AS, Pemerintah Siapkan Langkah Stabilitas

×

Rupiah Anjlok ke Level Rp17.500 per Dolar AS, Pemerintah Siapkan Langkah Stabilitas

Sebarkan artikel ini
Gambar : Ilustrasi Pekerja Bank Menunjukan Mata Uang Rupiah dan Dolar As.

netinfo.id – Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali menjadi perhatian pelaku pasar keuangan. Pada perdagangan Selasa (12/5), rupiah tercatat menembus level psikologis Rp17.500 per dolar AS di tengah dinamika global yang masih menekan mata uang negara berkembang.

Mengacu pada data Bloomberg, rupiah melemah 98 poin atau 0,56 persen ke posisi Rp17.512 per dolar AS sekitar pukul 10.18 WIB. Meski demikian, sentimen di pasar modal domestik justru menunjukkan penguatan.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka positif dan menguat 0,60 persen ke level 6.946,85 dibanding penutupan perdagangan sebelumnya di posisi 6.905,62.

Aktivitas perdagangan saham juga terpantau cukup aktif dengan volume mencapai 476,79 juta lembar saham dan nilai transaksi sebesar Rp179,28 miliar. Frekuensi transaksi tercatat sekitar 38,93 ribu kali.

Di tengah tekanan terhadap rupiah, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan pemerintah akan mengambil langkah untuk membantu menjaga stabilitas pasar keuangan, khususnya nilai tukar.

Usai menghadiri pelantikan di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Selasa (12/5), Purbaya menyebut pemerintah berencana masuk ke pasar obligasi (bond market) mulai hari berikutnya guna membantu upaya stabilisasi yang dilakukan Bank Indonesia (BI).

“Kita akan mulai membantu besok, mungkin pemerintah akan masuk ke bond market,” ujarnya.

Menurut Purbaya, langkah tersebut akan dilakukan melalui skema bond stabilization fund, yakni instrumen yang digunakan pemerintah untuk menjaga stabilitas pasar surat utang di tengah tekanan eksternal.

Meski rupiah mengalami pelemahan, pemerintah menilai kondisi fiskal nasional masih dalam koridor aman.

Hal ini lantaran asumsi nilai tukar dalam penyusunan APBN telah memperhitungkan risiko depresiasi rupiah di atas target resmi, sehingga ruang mitigasi dinilai masih tersedia.

READ  Industri Rokok Tertekan, Laba Gudang Garam Merosot Tajam Akibat Rokok Ilegal

Pelaku pasar kini menanti efektivitas langkah intervensi pemerintah dan respons Bank Indonesia dalam menjaga kestabilan rupiah di tengah ketidakpastian ekonomi global dan penguatan dolar AS.(*)