JAMBI, netinfo.id – Dalam rangka memperingati Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 Tahun 2026, Tim Penggerak PKK Provinsi Jambi Hj. Hesnidar Haris, SE., (Hesti Haris) menggelar kegiatan Edukasi Keuangan bagi Generasi Muda dan Komunitas dengan tema “Investasi Cerdas dan Waspada Aktivitas Keuangan Ilegal”.
Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen bersama dalam meningkatkan literasi dan inklusi keuangan masyarakat di Provinsi Jambi, bertempat di Auditorium Rumah Dinas Gubernur Jambi, Selasa (14/04/2026).
Ketua TP-PKK Provinsi Jambi, Hj. Hesnidar Haris, SE, dalam sambutan dan arahannya menegaskan bahwa persoalan pinjaman online (pinjol) dan investasi ilegal bukan lagi isu yang jauh dari kehidupan masyarakat, melainkan telah nyata terjadi di lingkungan sekitar.
Ia mengungkapkan keprihatinannya atas banyaknya kasus masyarakat yang terjebak dalam lingkaran utang akibat kemudahan akses pinjaman digital. Menurutnya, kemudahan fasilitas di awal justru berubah menjadi tekanan yang mencekik di kemudian hari.
“Awalnya terlihat manis dan mudah, tetapi ketika jatuh tempo, tekanan itu luar biasa. Banyak yang akhirnya terpaksa menutup satu pinjaman dengan pinjaman lain, hingga terjebak dalam lingkaran utang yang sulit keluar. Ini sudah terjadi di sekitar kita,” tegasnya.
Hesti Haris menyampaikan bahwa korban tidak hanya berasal dari kalangan ibu rumah tangga, tetapi juga generasi muda yang aktif menggunakan teknologi dan media sosial. Ia menilai literasi keuangan menjadi kebutuhan mendesak di tengah maraknya promosi investasi dan tawaran keuntungan instan di berbagai platform digital.
Sebagai organisasi yang bersentuhan langsung dengan keluarga dan komunitas, TP-PKK merasa memiliki tanggung jawab moral untuk menghadirkan edukasi yang tepat dengan menggandeng lembaga yang kompeten.
“Kami ingin masyarakat Jambi benar-benar paham bagaimana mengelola keuangan, bagaimana berinvestasi secara aman, dan bagaimana mengenali aktivitas keuangan ilegal. Karena itu, kami hadirkan ahlinya,” ujarnya.
Ia juga mengajak para ketua komunitas dan peserta yang hadir untuk menjadi agen literasi keuangan di lingkungan masing-masing, agar ilmu yang diperoleh tidak berhenti di forum tersebut, tetapi menyebar luas ke masyarakat.
Sementara itu, Deputi OJK Provinsi Jambi, Septarini Geminastitie, dalam paparannya menekankan pentingnya kewaspadaan masyarakat di era digital.
Ia menjelaskan bahwa saat ini hampir seluruh transaksi keuangan dapat dilakukan melalui telepon genggam, sehingga kemudahan tersebut harus diimbangi dengan pemahaman yang memadai.











