JAMBI, netinfo.id – Wali Kota Jambi, dr. Maulana, menyoroti ketimpangan distribusi fasilitas pendidikan di Kota Jambi dalam rapat paripurna DPRD Kota Jambi dengan agenda Pandangan Umum Fraksi-Fraksi terhadap LKPJ Wali Kota Jambi Tahun Anggaran 2025, Senin (06/04/26).
Dimana, kondisi saat ini terjadi ketidakseimbangan jumlah peserta didik di sejumlah sekolah. Di satu sisi, terdapat sekolah yang mengalami kelebihan kapasitas, sementara di sisi lain ada sekolah yang kekurangan murid hingga harus digabung.
Walikota Jambi, dr. Maulana mengungkapkan bahwa, fenomena tersebut dipengaruhi oleh perubahan demografi dan pesatnya pembangunan kawasan permukiman baru di wilayah pinggiran Kota Jambi.
“Kondisi ini memang nyata. Ada sebagian sekolah yang kelebihan murid, tapi ada juga yang kekurangan siswa bahkan harus dilakukan merger,” ungkapnya.
Menurutnya, banyak sekolah lama berada di kawasan pusat kota yang kini didominasi penduduk usia lanjut, sehingga jumlah anak usia sekolah semakin berkurang.
Sebaliknya, kawasan perumahan baru justru dihuni oleh keluarga muda yang memiliki anak usia sekolah, namun belum didukung fasilitas pendidikan yang memadai.
“Sekolah-sekolah lama itu berada di kawasan yang penduduknya sudah menua. Sementara di kawasan baru, banyak keluarga muda dengan anak kecil, tetapi belum tersedia sekolah, bahkan TK dan PAUD pun belum ada,” jelasnya.
Sebagai langkah strategis, Pemerintah Kota Jambi telah mengajukan usulan kepada pemerintah pusat untuk pembangunan fasilitas pendidikan baru, khususnya untuk anak usia dini.











