DaerahHeadlineKesehatanPendidikan

8 Siswa SMKN 1 Jambi Diduga Keracunan Usai Santap MBG, Yayasan Penyedia Kembali Jadi Sorotan

×

8 Siswa SMKN 1 Jambi Diduga Keracunan Usai Santap MBG, Yayasan Penyedia Kembali Jadi Sorotan

Sebarkan artikel ini

JAMBI, netinfo.id – Kasus dugaan keracunan makanan kembali mencuat di Kota Jambi. Sebanyak delapan siswa SMKN 1 Kota Jambi dilaporkan mengalami mual, muntah, pusing hingga sesak napas usai mengonsumsi makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG), Rabu (20/5/2026).

Para siswa sempat mendapatkan penanganan medis di RSUD Raden Mattaher Jambi setelah kondisi mereka menurun secara bersamaan.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, dapur penyedia MBG di SMKN 1 Kota Jambi merupakan Dapur Pematang Sulur 3 yang bermitra dengan Yayasan Nusantara Pangan Sejahtera.

Yayasan tersebut diketahui tercatat atas nama Novilyan Dewi dan sebelumnya juga sempat menjadi perhatian publik terkait dugaan pemalsuan dokumen yang kini tengah dilidik pihak kepolisian.

Menanggapi kejadian itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jambi sekaligus Sekretaris Satgas Percepatan MBG, Johansyah, menegaskan bahwa proses evaluasi terhadap yayasan pelaksana program MBG sepenuhnya menjadi kewenangan Badan Gizi Nasional (BGN).

“Semua yang melakukan evaluasi adalah Badan Gizi Nasional, bukan satgas. Silakan hubungi Kepala Regional Perwakilan BGN Provinsi Jambi, yakni Aditya,” ujar Johansyah saat dikonfirmasi, Kamis (21/5/2026).

Saat ditanya mengenai alasan yayasan tersebut masih digunakan meski beberapa kali menuai persoalan di lapangan, termasuk laporan dugaan pemalsuan dokumen yang sedang ditangani polisi, Johansyah kembali menegaskan bahwa keputusan berada di tangan BGN RI melalui perwakilan regional.

“Setiap provinsi, termasuk di Jambi, ada Kepala Regional BGN. Mereka melakukan investigasi dan menerbitkan rekomendasi kepada BGN RI. Jadi yang berwenang menjelaskan itu Kareg BGN Provinsi Jambi,” katanya.

Terkait dugaan keracunan yang dialami delapan siswa tersebut, Johansyah menyebut pihak BGN di Jambi masih melakukan investigasi untuk memastikan sumber penyebabnya.

Pemeriksaan dilakukan terhadap sampel makanan, proses distribusi hingga mekanisme pengolahan makanan oleh pihak penyedia MBG.

READ  Bermain Saat Hujan Deras, Bocah 7 Tahun di Paal Merah Jambi Hilang Terseret Arus Parit

Sementara itu, Wadir Pelayanan RSUD Raden Mattaher Jambi, dr Anton Trihartono, SpB membenarkan adanya siswa yang datang dengan keluhan diduga keracunan makanan.

“Iya, saat ini para siswa sudah mendapatkan layanan di IGD,” kata dr Anton.

Anton menjelaskan, kejadian bermula saat para siswa mengikuti kegiatan olahraga sekitar pukul 08.00 WIB. Berdasarkan keterangan guru bernama Yulia dan Rina, sejumlah siswa diketahui sempat membeli dan mengonsumsi sate yang dijual di luar sekolah.

Selanjutnya sekitar pukul 10.00 WIB, para siswa menerima makanan dari program MBG di sekolah dan langsung mengonsumsinya. Namun sekitar pukul 11.30 WIB, mereka mulai mengeluhkan kondisi tubuh menurun.