JAMBI, netinfo.di – Dari Kampung Bahagia menuju Kampung Digital. Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi mulai mengajak rukun tetangga (RT) di seluruh wilayah kota untuk bertransformasi menjadi lingkungan yang semakin cakap memanfaatkan teknologi.
Langkah tersebut ditandai dengan digelarnya Sosialisasi Kampung Digital oleh Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Jambi, Selasa (6/10/2026), di Aula Grha Siginjai, Kantor Wali Kota Jambi.
Kegiatan ini menjadi langkah awal Kompetisi Kampung Digital, salah satu agenda dalam rangkaian Jambi Smart City Fest (JSCF) 2026. Kompetisi tersebut terbuka bagi masyarakat melalui perwakilan RT di setiap kelurahan di Kota Jambi.
Sosialisasi diikuti perwakilan kecamatan, lurah se-Kota Jambi, serta Ketua Forum RT se-Kota Jambi.
Program Kampung Digital dirancang tidak sekadar mendorong warga menggunakan teknologi, tetapi juga menjadikannya sebagai sarana untuk meningkatkan kualitas pelayanan, mengembangkan ekonomi lokal, hingga mempromosikan potensi wilayah.
Melalui program ini, masyarakat didorong meningkatkan literasi dan keterampilan digital, memanfaatkan teknologi dalam pelayanan dan administrasi kemasyarakatan, serta mengembangkan potensi ekonomi lokal dan UMKM melalui platform digital.
Kampung Digital juga diharapkan menjadi ruang untuk mempromosikan potensi wisata, budaya, dan produk lokal. Di saat yang sama, program ini diharapkan mampu meningkatkan partisipasi dan kolaborasi warga serta menciptakan lingkungan yang aman, cerdas, dan produktif dalam memanfaatkan teknologi.
Mewakili Kepala Diskominfo Kota Jambi, Kepala Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), Suhendri, S.H., mengatakan konsep Kampung Digital sejalan dengan program prioritas Pemkot Jambi, khususnya Kampung Bahagia yang telah berjalan di seluruh RT.
“Harapan Pak Wali Kota, masyarakat bisa menjadi pegiat digital agar penyampaian informasi dan kebutuhan lainnya makin mudah. Salah satunya untuk menunjang ekonomi kreatif,” ujar Suhendri.
Menurutnya, keterlibatan aktif masyarakat menjadi kunci agar program tersebut tidak berhenti sebatas kegiatan seremonial. Karena itu, ia berharap seluruh kelurahan mengirimkan perwakilan dalam Kompetisi Kampung Digital.
“Mohon peran aktif para lurah agar dapat mengikutsertakan RT di wilayah masing-masing,” pintanya.
Tujuh Indikator Penilaian
Suhendri menjelaskan, peserta kompetisi nantinya melakukan pendaftaran melalui formulir daring dengan mengisi data serta melampirkan bukti pendukung sesuai indikator yang telah ditetapkan.
Data tersebut selanjutnya akan dinilai oleh dewan juri dan diverifikasi melalui peninjauan langsung ke lokasi.
Ada tujuh indikator yang menjadi dasar penilaian, yakni tata kelola digital, infrastruktur digital, pelayanan digital, masyarakat digital, ekonomi digital, inovasi, dan kolaborasi.
Infrastruktur digital menjadi salah satu aspek penting dalam penilaian. Kelengkapan fasilitas seperti CCTV dan Wi-Fi menjadi bagian dari indikator yang akan dilihat di masing-masing wilayah peserta.
“Salah satu indikatornya adalah kelengkapan CCTV dan Wi-Fi sebagai infrastruktur penunjang,” jelasnya.
Proses penilaian melibatkan sejumlah dewan juri, yakni Fardhillah dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Perempuan dan Perlindungan Anak (DPMPPA) Kota Jambi; Etdly Yulias dan Jody Afrini Saputra dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Jambi; serta Edi Saputra yang merupakan akademisi Universitas Jambi.
Kompetisi Kampung Digital memperebutkan total hadiah sebesar Rp6 juta. Tahapan pelaksanaan dan penilaian direncanakan berlangsung hingga 31 Oktober 2026.
Para pemenang nantinya akan menerima hadiah dalam acara Gala Dinner Jambi Smart City Fest, yang akan dihadiri Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) serta perwakilan pemerintah daerah dari berbagai wilayah di Indonesia.
Suhendri berharap kompetisi ini tidak berhenti setelah penentuan pemenang. Menurutnya, semangat digitalisasi harus terus dikembangkan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Kita berharap kegiatan ini bukan sekadar seremonial, melainkan berkelanjutan,” pungkas Suhendri.









