JAMBI, netinfo.id – Kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di Kota Jambi menembus angka 10 ribu kasus di tengah memburuknya kualitas udara akibat kabut asap dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Hingga 3 Oktober 2026, Dinas Kesehatan Kota Jambi mencatat 10.151 pasien ISPA dalam data surveilans penyakit. Data tersebut disampaikan Kepala BPBD Kota Jambi, Doni Sumatriadi, saat berada di Posko Kesiapsiagaan Bencana Kekeringan, Mako Damkar.
Data itu tercatat dalam portal Pengelolaan Data Surveilans Penyakit. Secara keseluruhan, terdapat 11.789 kasus penyakit yang masuk dalam surveilans.
ISPA menjadi kasus yang paling dominan dengan 10.151 pasien. Selain itu, tercatat 1.170 kasus diare dan 468 kasus konjungtivitis atau radang mata.
Kasus ISPA Melonjak
Jumlah tersebut menunjukkan peningkatan cukup tajam dibandingkan periode sebelumnya.
Pada 24 Agustus hingga 4 September 2026, Dinas Kesehatan Kota Jambi sebelumnya mencatat sebanyak 3.437 kasus ISPA.
Kini, angka tersebut telah melonjak hingga lebih dari 10 ribu kasus. Peningkatan ini menjadi perhatian serius, terutama karena kualitas udara Kota Jambi dalam beberapa pekan terakhir sempat berada pada kategori tidak sehat hingga sangat tidak sehat.
Kondisi udara tersebut berkaitan dengan paparan asap dan partikulat akibat karhutla yang terjadi di wilayah Jambi dan sekitarnya.











