Indikator Keamanan dan Transparansi Bank Jambi
Lebih lanjut, Dedek menjelaskan bahwa Bank Jambi memiliki sejumlah indikator yang menunjukkan tingkat keamanan dan transparansi yang baik, di antaranya:
- Permodalan dan Kualitas Aset Kuat
Pada 2025, Bank Jambi mencatat rasio kredit bermasalah (NPL) sebesar 2,00%, lebih rendah dari rata-rata BPD nasional. Sementara rasio kecukupan modal (CAR) mencapai 42,99%, jauh di atas standar minimum. - Dijamin Lembaga Penjamin Simpanan (LPS)
Simpanan nasabah dijamin hingga Rp2 miliar per nasabah per bank, memberikan perlindungan tambahan bagi masyarakat. - Sistem Keamanan Transaksi Berlapis
Bank Jambi menerapkan sistem transaksi berjenjang melalui Cash Management System (CMS) serta pengamanan pada layanan digital. - Laporan Keuangan Teraudit
Laporan keuangan disusun sesuai standar akuntansi dan telah diaudit, mencerminkan kinerja yang transparan. - Kepatuhan terhadap Regulasi OJK
Bank Jambi mengikuti ketentuan terkait likuiditas dan permodalan, termasuk kewajiban pelaporan rasio keuangan secara berkala. - Sistem Pengaduan dan Pengawasan Internal
Tersedia whistleblowing system sebagai bentuk komitmen terhadap integritas dan akuntabilitas.
Selain itu, capaian Direktur Utama Bank Jambi yang masuk dalam daftar Top 100 CEO 2025 turut memperkuat citra positif perusahaan. Di akhir pernyataannya, Dedek menegaskan bahwa kondisi Bank Jambi saat ini telah stabil dan aman untuk aktivitas perbankan.
“Insiden siber seperti ini tidak hanya terjadi di Bank Jambi, namun yang terpenting adalah bagaimana penanganannya. Dalam hal ini, manajemen telah menunjukkan kredibilitas dan tanggung jawab yang baik,” pungkasnya.(*)









