Lebih lanjut, Maulana menekankan bahwa tahap selanjutnya dari program ini adalah edukasi pemilahan sampah. Sampah bernilai ekonomis seperti botol plastik akan dikumpulkan dan dijual untuk membantu pembiayaan operasional.
“Kalau sampah sudah dipilah, terutama plastik dan botol, itu ada nilainya. Hasilnya bisa digunakan untuk membiayai operasional, bahkan bisa membuat layanan menjadi gratis, khususnya bagi warga kurang mampu,” katanya.
Selain aspek kebersihan, Maulana juga menyoroti pentingnya keamanan lingkungan. Ia mengungkapkan rencana penguatan sistem pengawasan kota melalui pemasangan CCTV yang terintegrasi dengan pusat kendali kota.
“Kita ingin Kota Jambi diawasi 24 jam melalui CCTV yang terhubung ke pusat kontrol. Dengan begitu, setiap kejadian bisa dipantau dan ditindaklanjuti dengan cepat,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Maulana juga memastikan perlindungan bagi para operator pengangkut sampah melalui jaminan BPJS Ketenagakerjaan.
“Operator kita lindungi dengan BPJS. Kalau terjadi kecelakaan kerja, seluruh biaya ditanggung. Bahkan jika terjadi hal terburuk, ada santunan bagiahli waris,” ujarnya.(*)











