Diza menekankan pentingnya keterlibatan seluruh aparatur dalam menangani persoalan lingkungan, khususnya pengelolaan sampah berbasis wilayah.
“Kita sedang mendorong sistem pengelolaan sampah dari rumah ke depot. Ini perlu dukungan semua pihak, termasuk PPPK agar program berjalan efektif,” ujarnya.
Ia juga menyinggung adanya tren usia PPPK yang semakin muda, sehingga diharapkan mampu menghadirkan energi baru dalam birokrasi pemerintahan.
“Ini potensi besar. Kita dorong mereka untuk terus berkembang, berinovasi, dan bekerja sesuai aturan,” tambahnya.
Di sisi lain, Pemerintah Kota Jambi juga akan menghadapi gelombang pensiun ASN di tahun 2026 yang jumlahnya diperkirakan mencapai ratusan orang lintas OPD.
“Kondisi ini menjadi peluang sekaligus tantangan. PPPK harus siap mengisi kekosongan dengan menunjukkan kinerja yang optimal,” tegas Diza.(*)











