Pada kesempatan yang sama, Kepala Departemen Literasi dan Inklusi Keuangan OJK sekaligus Koordinator Utama POKJA LIKS, M. Ismail Riyadi, menyampaikan bahwa sejak dibentuk pada 2024,
POKJA LIKS telah berperan aktif merumuskan berbagai program edukasi dan inklusi keuangan syariah yang adaptif terhadap kebutuhan masyarakat dan perkembangan industri.
Menurut Ismail, rekomendasi, evaluasi, serta masukan yang diberikan POKJA LIKS secara berkala menjadi landasan penting dalam penyempurnaan program kerja, pengembangan inisiatif baru, serta penguatan arah kebijakan literasi dan inklusi keuangan syariah.
Meski demikian, Ismail menilai pelaksanaan program literasi dan inklusi keuangan syariah masih perlu terus ditingkatkan, terutama dalam memperluas jangkauan,
menjaga keberlanjutan program, serta mendorong masyarakat agar tidak hanya memahami, tetapi juga memanfaatkan produk dan layanan keuangan syariah.
Sebagai bentuk komitmen tersebut, OJK telah melaksanakan berbagai program edukasi, di antaranya Indonesia Sharia Financial Olympiad (ISFO),
Gebyar Ramadan Keuangan Syariah (GERAK Syariah), Sahabat Ibu Cakap Literasi Keuangan Syariah (SICANTIKS), Santri Cakap Literasi Keuangan Syariah (SAKINAH), dan School of Syariah (SOS).
Selain itu, OJK juga mendorong pengembangan ekosistem keuangan syariah melalui Forum Edukasi dan Temu Bisnis Keuangan Syariah (FEBIS), Ekosistem Pusat Inklusi Keuangan Syariah (EPIKS), Syariah Financial Fair (SYAFIF), serta Expo Keuangan dan Seminar Syariah (EKSIS).
Melalui berbagai program tersebut, OJK menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat sinergi dan kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan guna meningkatkan literasi dan inklusi keuangan syariah, sekaligus mendorong terwujudnya kesejahteraan keuangan masyarakat secara berkelanjutan.(*)











