AdvetorialEkonomiNewsTeknologi

MTI Dorong Transformasi Transportasi Berbasis Angkutan Umum di Tengah Krisis Energi

×

MTI Dorong Transformasi Transportasi Berbasis Angkutan Umum di Tengah Krisis Energi

Sebarkan artikel ini

d) Memperkuat integrasi sistem transportasi dan logistik nasional melalui pengembangan sistem multimoda yang efisien dan terkoordinasi.

Untuk itu, diperlukan penguatan sistem logistik multimoda, efisiensi distribusi melalui jaringan transportasi yang terintegrasi, percepatan implementasi kebijakan nasional seperti Sistem Logistik Nasional (Sislognas). Langkah ini menjadi kunci dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah tekanan global.

e) Mempercepat transformasi menuju transportasi rendah emisi, termasuk melalui elektrifikasi angkutan umum, mendorong penggunaan kendaraan rendah emisi, dan penerapan kebijakan berbasis lingkungan.

2. Quick Wins (Kebijakan Implementatif Jangka Pendek). Untuk merespons krisis energi secara cepat, MTI merekomendasikan langkah konkret, diantaranya

a) Pemberlakuan tarif nol (gratis) angkutan umum massal di kota besar selama periode tertentu (misalnya 1 bulan) dengan dukungan APBN, sebagai stimulus penggunaan angkutan umum massal.

b) Penambahan armada angkutan umum secara cepat melalui skema pembelian langsung atau penugasan BUMN.

c) Penyediaan BBM khusus untuk angkutan umum di SPBU tertentu.

d) Implementasi hari WFH yang tidak mendorong dampak nonproduktif akhir pekan.

3. Strategi Berbasis Tipologi Wilayah yaitu Pendekatan kebijakan perlu disesuaikan dengan karakter wilayah, diantaranya:

a) Kota besar: optimalisasi sistem transportasi publik dan insentif penggunaan,

b) Kota menengah: pembangunan sistem angkutan umum berbasis Bus Rapid Transit (BRT), dan

c) Wilayah 3T (tertinggal, terdepan, terluar) dan pulau kecil: pengembangan kendaraan listrik ringan (sepeda/motor listrik).

4. Penguatan Industri Transportasi Nasional, merupakan transformasi transportasi harus menjadi bagian dari strategi industrialisasi nasional melalui,

a) Penguatan peran industri dalam negeri (misalnya produksi bus konvensional maupun listrik oleh industri nasional),

b) Kolaborasi dengan perguruan tinggi dalam inovasi transportasi, dan

c) Pengurangan ketergantungan pada produk impor.

READ  Pompong Terbakar di Gedong Karya, Ditpolairud Polda Jambi Fasilitasi Perdamaian, Konflik Berhasil Dimeredam

5. Strategi Biaya Rendah dan Implementasi Cepat (Low-Cost dan Rapid Deployment) yaitu sebagai respons cepat terhadap krisis energi, diperlukan solusi berbasis biaya rendah dan implementasi cepat, seperti:

a) Program konversi sepeda menjadi sepeda Listrik,

b) Insentif penggunaan kendaraan non-BBM, dan

c) Pemanfaatan aset transportasi yang sudah dimiliki masyarakat

“Krisis energi tidak boleh hanya dijawab dengan membatasi mobilitas. Kita harus memastikan warga tetap dapat mengakses sekolah, layanan kesehatan, dan pekerjaan. MTI mendesak pemerintah untuk memberikan stimulus dalam memperluas coverage layanan angkutan umum, terutama ketika BBM habis.

Masyarakat Transportasi Indonesia menegaskan komitmennya untuk terus menjadi mitra strategis pemerintah dalam merumuskan kebijakan transportasi nasional.

MTI meyakini bahwa dengan pendekatan yang tepat, krisis energi saat ini dapat menjadi titik balik menuju sistem transportasi Indonesia yang lebih efisien, berkelanjutan, dan berkeadilan.

MTI siap memberikan dukungan melalui kajian, data, dan pengalaman lapangan guna memastikan bahwa kebijakan yang diambil tidak hanya responsif terhadap kondisi saat ini, tetapi juga mampu menjawab tantangan masa depan.” tegas Haris.

Tentang Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI)

Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) didirikan pada 21 Desember 1995 merupakan organisasi profesi yang menghimpun para pakar, akademisi, praktisi, dan birokrat yang terdorong oleh kesadaran tanggungjawab sosialnya sebagai anggota masyarakat, berkehendak, dan bertekad mendukung dan menempatkan diri dalam pembangunan transportasi nasional yang berkelanjutan.

Dalam perjalanannya, MTI membangun aliansi dengan berbagai organisasi nasional dan internasional dalam mendorong diskursus publik dalam isu-isu nasional dan lokal transportasi dan diharapkan kebijakan publik dalam bidang transportasi dapat diimplementasikan, aktif menyampaikan rekomendasi kepada regulator baik berupa policy brief, aktif menyelenggarakan dan menghadiri ragam dialog Focus Group Discussion (FGD), dan webinar dalam mengawal perkembangan konektivitas dan transportasi tanah air.

READ  Jelang Musda DPD Golkar Tanjab Barat ke XI, Ini Tanggapan Ketua SC

MTI memiliki perwakilan yang tersebar di 24 wilayah di Indonesia serta menaungi 15 forum aktif dalam mendorong komitmen mendukung penggunaan transportasi umum baik di kota besar hingga wilayah 3T, termasuk infrastruktur pendukung dan transportasi logistik.

Untuk informasi lebih lanjut, silakan menghubungi narahubung:

1) Haris Muhammadun (Ketua Umum MTI / whatsapp 08161322400) |

2) IB Ilham Malik (Wakil Ketua Umum MTI Bidang Perumusan Kebijakan Transportasi / whatsapp 0852-69778000) |

3) Djoko Setijowarno (Penasihat MTI / whatsapp (0812-2646-2828) |

4) Danish Anisa Setianing (Wakil Ketua Umum MTI Bidang Humas dan Publikasi / whatsapp 085691022499) |

Email: secretariat@mti.or.id | ✆ +62-821-2574-1233 | Situs web: www.mti.or.id |

Instagram: @masyarakatransportasi | Facebook: Masyarakat Transportasi Indonesia |

LinkedIn: Masyarakat Transportasi Indonesia | Youtube: Masyarakat Transportasi Indonesia |