AdvetorialDaerahPendidikan

Maulana : Pancasila Harus Hidup di Tengah Masyarakat, Bukan Sekadar Simbol dan Seremoni

×

Maulana : Pancasila Harus Hidup di Tengah Masyarakat, Bukan Sekadar Simbol dan Seremoni

Sebarkan artikel ini

“Program Kampung Bahagia pada dasarnya adalah implementasi nilai-nilai Pancasila. Di dalamnya ada semangat gotong royong, musyawarah, kebersamaan dan kepedulian terhadap lingkungan. Itu yang terus kita dorong agar tumbuh di tengah masyarakat,” ujarnya.

Maulana juga menyinggung amanat nasional yang disampaikan Kepala BPIP, Yudian Wahyudi, dalam upacara peringatan Hari Lahir Pancasila tahun ini.

Dalam amanat tersebut, seluruh kepala daerah diminta memastikan setiap kebijakan publik berlandaskan keadilan sosial, memenuhi rasa keadilan masyarakat serta memberikan perlindungan kepada seluruh lapisan warga tanpa terkecuali.

Selain itu, seluruh elemen bangsa juga diajak untuk terus melawan berbagai bentuk intoleransi dan radikalisme yang dapat mengancam persatuan nasional.

Maulana menilai pesan tersebut sangat relevan dengan kondisi bangsa saat ini. Oleh karena itu, seluruh pihak harus terus menjaga persatuan dan menjadikan Pancasila sebagai pedoman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Pancasila harus menjadi pondasi dalam setiap langkah pembangunan. Selama nilai-nilai Pancasila tetap hidup, maka persatuan bangsa akan tetap terjaga dan Indonesia akan semakin kuat,” tegasnya.(*)

READ  Lapas Kelas IIA Jambi Dorong Produktivitas Ekonomi WBP Melalui Program Membatik