DaerahHeadlinePemerintahan

Jalan Dua Jalur Mendalo Mendesak Dibangun, Dirlantas Polda Jambi Sebut Overcapacity dan Rawan Laka

×

Jalan Dua Jalur Mendalo Mendesak Dibangun, Dirlantas Polda Jambi Sebut Overcapacity dan Rawan Laka

Sebarkan artikel ini

JAMBI, netinfo.id – Pembahasan data dan informasi sebagai kelengkapan usulan penanganan Jalan Dua Jalur Mendalo digelar di Kantor Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Jambi, Kamis (7/5/2026).

Dalam pertemuan tersebut, berbagai pihak menyoroti tingginya tingkat kemacetan hingga angka kecelakaan lalu lintas di kawasan Mendalo Darat, Kabupaten Muaro Jambi.

Direktur Lalu Lintas Polda Jambi, Kombes Pol. A. Benny Cahyono, S.H., S.I.K., M.Si., menyampaikan bahwa ruas jalan Mendalo saat ini sudah mengalami kelebihan kapasitas kendaraan atau overcapacity sehingga membutuhkan penanganan segera.

Menurutnya, kawasan tersebut menjadi salah satu titik vital karena merupakan jalur lintas utama menuju Jalur Tol Tempino serta akses menuju kawasan pendidikan di Mendalo.

“Jalur Lintas Timur Sumatera ini juga menjadi akses menuju Tol Tempino. Selain itu, aktivitas mahasiswa sangat tinggi, terutama pada jam kuliah maupun saat kegiatan besar seperti wisuda. Kondisi itu menyebabkan kepadatan lalu lintas yang sangat signifikan,” ujar Benny.

Ia menjelaskan, kepadatan juga terjadi di sejumlah simpang strategis seperti Simpang Sungai Duren dan akses keluar masuk Universitas Jambi. Volume kendaraan yang tinggi dinilai tidak lagi mampu ditampung oleh lebar jalan yang ada saat ini.

“Ketika kendaraan keluar secara bersamaan dari akses kampus dan simpang jalan, kondisi lalu lintas menjadi sangat padat. Lebar jalan yang ada sudah tidak mampu menampung volume kendaraan,” katanya.

Selain persoalan kemacetan, Dirlantas juga mengungkap hasil kajian black spot atau titik rawan kecelakaan di kawasan tersebut. Berdasarkan data yang dihimpun sejak tahun 2024 hingga 2026, tercatat sebanyak 88 kejadian kecelakaan lalu lintas terjadi di ruas Simpang Mendalo hingga Stadion Swarnabhumi.

“Dari total 88 kejadian kecelakaan, terdapat 12 korban meninggal dunia dan sekitar 175 korban mengalami luka ringan. Titik paling rawan berada di RT 1 Desa Mendalo Darat sehingga perlu penanganan prioritas,” ungkapnya.

READ  Mengenang H. Hanafi di Masjid Tertua Bungo, Gubernur Al Haris Teguhkan Pembangunan untuk Rakyat

Benny menegaskan bahwa kemacetan di kawasan Mendalo bukan lagi bersifat insidental, melainkan sudah menjadi kemacetan sistemik yang terjadi secara terus-menerus.

“Kami berkesimpulan bahwa ruas jalan ini sudah mengalami overcapacity dan kemacetan yang sistemik. Risiko kemacetan dan kecelakaan lalu lintas juga sangat tinggi,” tegasnya.

Karena itu, pihaknya mendukung penuh percepatan pembangunan jalan dua jalur di kawasan Mendalo.

“Kami dari Direktorat Lalu Lintas Polda Jambi mendukung penuh apabila pembangunan jalan dua jalur Mendalo segera dilaksanakan. Ini sangat mendesak dan harus didukung seluruh stakeholder, termasuk rekayasa lalu lintas selama proses pembangunan berlangsung,” katanya.

Sementara itu, Anggota Komisi V DPR RI, Edi Purwanto, menilai pertumbuhan kendaraan di Provinsi Jambi sudah sangat tinggi dan menjadi salah satu penyebab utama kemacetan.

Ia menyebut, setiap hari terdapat sekitar 1.000 hingga 1.500 kendaraan baru yang beroperasi di Jambi. Belum lagi ditambah kendaraan berat dari berbagai provinsi tetangga seperti Sumatera Barat, Riau dan Sumatera Selatan.

“Pertumbuhan kendaraan di Jambi sangat tinggi. Dalam sehari ada sekitar 1.000 sampai 1.500 kendaraan baru. Belum lagi kendaraan berat dari luar daerah yang beroperasi di wilayah kita,” ujarnya.

Edi mengungkapkan, berdasarkan hasil pendataan lalu lintas yang pernah dilakukan, sebagian besar kendaraan yang melintas di Jambi merupakan kendaraan luar daerah.

“Hasil pendataan kami menunjukkan, dari ribuan kendaraan yang melintas setiap hari, lebih dari 4.000 kendaraan menggunakan pelat luar Jambi. Jadi beban jalan kita juga disebabkan kendaraan dari luar daerah,” katanya.

Ia bahkan mendorong adanya regulasi yang mewajibkan kendaraan operasional perusahaan di Jambi menggunakan pelat nomor Jambi.
“Saya pernah mendorong agar kendaraan operasional yang bekerja di wilayah Jambi menggunakan pelat BH. Ini penting agar daerah juga mendapatkan manfaat dari aktivitas kendaraan tersebut,” tegasnya.

READ  Nurjana, Ibu Rumah Tangga di Muara Tembesi Jadi Petani Mandiri Cabai, Manfaatkan Pot dan Karung Bekas

Selain itu, Edi Purwanto juga menyoroti tingginya angka kecelakaan yang pernah terjadi di kawasan Mendalo dalam beberapa tahun terakhir, termasuk yang melibatkan mahasiswa.

“Pada tahun 2021 hingga 2023 angka kecelakaan di kawasan ini sangat tinggi, bahkan ada korban meninggal dunia dari kalangan mahasiswa. Ini menjadi perhatian serius kita bersama,” ungkapnya.

Ia berharap percepatan pembangunan jalan dua jalur Mendalo dapat segera terealisasi dengan dukungan seluruh pihak, termasuk kepolisian dan Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi terkait proses pembebasan lahan.

“Kami berharap proses pembangunan nanti mendapat dukungan penuh semua pihak agar berjalan lancar, termasuk terkait pengaturan lalu lintas dan pembebasan lahan,” pungkasnya.(*)