Fokus pada Sektor Produktif
Rizal juga menekankan pentingnya menyalurkan pembiayaan ke unit usaha koperasi dengan efek pengganda tinggi, seperti pusat logistik desa,
penggilingan gabah, distribusi pangan, energi surya komunitas, serta sistem cold storage untuk hasil pertanian dan perikanan.
Selain itu, ia mendorong penerapan penyaluran dana bertahap berbasis kinerja (phased roll-out), dengan 1.000 koperasi percontohan diuji coba selama tiga bulan pertama.
Targetnya, sistem time-to-cash maksimal 14 hari dan rasio kredit bermasalah (NPL-30) di bawah 3 persen.
“Jika rasio kelancaran kredit di atas 92 persen, baru dilakukan ekspansi ke 10–15 ribu koperasi berikutnya,” ujarnya.
Untuk menjamin akuntabilitas, Rizal juga mengusulkan pembentukan portal transparansi publik yang menampilkan data koperasi penerima, plafon pembiayaan, bunga efektif, status kolektibilitas, hingga mitra offtaker.
Dukungan Pemerintah
Sementara itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa pihaknya telah menandatangani surat terkait pinjaman Himbara kepada Kopdes Merah Putih yang dijamin oleh dana desa.
“Pokoknya kami sudah sediakan dana Rp200 triliun di perbankan. Begitu dana disalurkan ke Kopdes Merah Putih, bunga hanya 2 persen. Jadi tidak ada masalah dari sisi anggaran.
Total ada Rp200 triliun ditambah Rp16 triliun yang bisa dimanfaatkan,” ujar Purbaya seusai rapat dengan COO Danantara Indonesia Dony Oskaria dan Menteri Koperasi Ferry Juliantono pada Kamis (23/10).
sumber : http://antara.co











