“Kita harus saling mengingatkan, saling menginspirasi, dan saling menjaga. Perempuan yang hadir di sini bukan hanya mewakili diri pribadi, tetapi membawa amanah organisasi dan harapan masyarakat luas. Karena itu, kontribusi kita harus benar-benar dirasakan,” tambahnya.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya introspeksi dan peningkatan kapasitas diri agar perempuan Jambi semakin berdaya saing, adaptif, dan mampu menjawab tantangan global tanpa meninggalkan nilai-nilai budaya serta kearifan lokal.
Melalui momentum Hari Kartini ke-148 ini, Hesti Haris berharap lahir semakin banyak perempuan tangguh, berintegritas, dan berkomitmen dalam membangun daerah. Ia meyakini bahwa perempuan yang kuat akan melahirkan keluarga yang kokoh, dan dari keluarga yang kokoh akan lahir generasi penerus yang berkualitas bagi Provinsi Jambi dan Indonesia.
Pada kesempatan tersebut juga diberikan penghargaan kepada sejumlah Perempuan Inisiator dari berbagai kabupaten dan kota di Provinsi Jambi yang telah menunjukkan dedikasi di bidang masing-masing.
Di Kota Jambi, Tazkia Noor Hovda bergerak di bidang pendidikan dan ekonomi. Kabupaten Muaro Jambi diwakili Musda Gianti yang fokus pada ekonomi kreatif dan lingkungan hidup.
Kabupaten Batanghari memberikan penghargaan kepada Maichani serta Mastiani atas kiprah di bidang ekonomi dan lingkungan hidup. Di Kabupaten Merangin, Heria Sri Martuti berkontribusi pada sektor yang sama.
Untuk Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Sinta Kartika, SKM., M.Kes menginisiasi gerakan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Di Kabupaten Tebo, Hesti Mufida Sari aktif di bidang ekonomi dan lingkungan hidup.
Kabupaten Sarolangun menghadirkan Noor Hayatun Nufus di bidang kesehatan, sementara Kabupaten Kerinci diwakili Suci Mutia Luiza yang berdedikasi pada bidang sosial dan literasi Al-Qur’an. Di Kota Sungai Penuh, Mulya Viani Andarini menggerakkan inisiatif di bidang ekonomi kreatif dan lingkungan hidup. (*)











