“Pada tahun 2025, Program Cetak Sawah Rakyat oleh Pemerintah Pusat di Provinsi Jambi direalisasikan seluas 1.469,51 Ha, dan pada tahun 2026, direncanakan Cetak Sawah Rakyat di Provinsi Jambi seluas 1.009,32 Ha.
Kegiatan Konstruksi Cetak Sawah 2026 ini direncanakan dilaksanakan di Kabupaten Bungo, Tebo, Tanjung Jabung Barat, Tanjung Jabung Timur, Kerinci, dan Batang Hari.
Pemerintah Provinsi Jambi bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten dan semua pihak terkait sangat mendukung untuk menyukseskan Program Cetak Sawah Rakyat yang dilanjutkan dengan tanam padi ini,” pungkasnya.
Sementara itu, Wamentan Sudaryono dalam arahannya menyampaikan bahwa saat ini musim hujan, tidak beberapa lama lagi akan tiba musim panas, dan akan diperkirakan adanya elnino, artinya akan ada panas bumi yang berlebihan nanti.
“Dimusim hujan ini kita percepat menanam, karena momentum ini tidak boleh disia-siakan karena air menjadi faktor utama yang tidak bisa disediakan oleh pemerintah, kalau benih padi bisa kita berikan gratis, pupuk juga bisa di subsidi dengan harga lebih murah. Tapi air tidak bisa kita adakan, hujan tidak bisa kita ciptakan,” ungkap Wamentan.
Untuk itu, Wamentan Sudaryono mengajak para petani harus memanfaatkan jadwal musim tanam yang telah dipaparkan oleh BMKG. Ia pun mengajak seluruh jajaran pemerintah daerah untuk bergerak cepat mendorong petani turun ke sawah.
“Tanam saat musim hujan ini, tanam sekarang, mumpung masih hujan, mumpung masih ada air. Karena dengan tanam hari ini, kita akan lebih cepat panen,” ujarnya.
Selain itu, Wamentan Sudaryono juga meminta kepala daerah, kepala dinas, hingga stakeholder yang ada saat ikut daring untuk menggalakkan gerakan percepatan tanam di berbagai sektor, baik di lahan cetak sawah baru, sawah reguler, hingga optimalisasi lahan rawa.
“Semua lahan yang kosong didaerah saudara untuk segera dimanfaatkan, ditanami demi menjaga ketahanan pangan. Intinya, semua lahan yang bisa ditanami, tanam sekarang. Kalau ada kebutuhan di lapangan, sampaikan. Pemerintah siap mendukung,” pintanya.
Ia juga membuka ruang bagi petani dan pemerintah daerah untuk menyampaikan kebutuhan di lapangan, mulai dari benih hingga alat mesin pertanian (alsintan).
Pemerintah, kata dia, siap membantu agar proses tanam berjalan optimal dan cepatKunjungan kerja ini menjadi bukti keseriusan pemerintah dalam mendorong sektor pertanian sebagai salah satu pilar utama pembangunan daerah, sekaligus memastikan setiap kebijakan yang diambil benar-benar berdampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat. (*)











