Salah satu masukan yang dinilai sangat bagus dan disetujui oleh Gubernur Al Haris adalah penanaman bambu di lahan gambut sebagaimana yang dipaparkan oleh Pangko Gabwilhan I.
“Tanam bambu di lahan gambut itu bagus saya kira. Pertama dia memperkuat tanah, kemudian bambu juga kuat. Dan terbakar juga sulit juga. Bambu kan mengandung air. Paling daunnya habis, batangnya tidak begitu mudah dihabiskan oleh api. Nah saya setuju,” tegasnya.
Gubernur Al Haris menambahkan, pihaknya bersama Danrem akan segera menindaklanjuti arahan tersebut dengan menggelar rapat bersama unsur Forkopimda, Bupati/Wali Kota, dan dinas terkait, serta melakukan edukasi penanaman bambu di beberapa lokasi lahan gambut.
“Mudah-mudahan nanti di lahan-lahan gambut bisa ditanam bambu sehingga ini akan bisa mengurangi risiko bencana di lahan gambut nantinya,” pungkas Gubernur Al Haris.
Sementara itu, Tim Ahli Satgas Karhutla Mabes TNI yang juga merupakan Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan I Letjen TNI Kunto Arief Wibowo dalam paparannya menyampaikan bahwa pencegahan Karhutla di lahan gambut tidak bisa disamakan dengan lahan mineral.
Menurutnya, karakteristik gambut yang menyimpan bara di bawah permukaan atau smouldering dan sleeping fire menjadi tantangan utama, dimana api dapat bertahan lama dan muncul kembali tanpa terdeteksi.
Pangkogabwilhan I juga menekankan doktrin Siklus Pertahanan Gambut sebagai strategi nasional yang meliputi, Zirah untuk perlindungan personel, Tameng sebagai langkah pencegahan, Pedang untuk pemadaman cepat dan tuntas, serta tahap Pemulihan pasca kebakaran.
“Pencegahan Karhutla tidak hanya menjadi tanggung jawab TNI dan pemerintah, tetapi membutuhkan peran aktif seluruh masyarakat. Karena itu kami mengajak masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar,” ujar Pangkogabwilhan I.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jambi Drs. Ariansyah, Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi Jambi Bustanul Arifin, jajaran TNI-Polri, OPD terkait lingkup Kabupaten Tanjung Jabung Timur, serta manajemen PT. WKS. (netinfo.id/cna)











