Gubernur menegaskan bahwa tambahan anggaran nantinya akan diarahkan pada pembangunan puskesmas, peningkatan fasilitas pendidikan, dan infrastruktur lainnya di Jambi.
“Sehingga nanti akan banyak lagi yang bisa kita buat di daerah ini. Tapi yang pasti nanti kita lihat nanti ada program membangun puskesmas, kemudian juga sekolah-sekolah dan sebagainya lah,” ujarnya.
Dalam wawancara, Al Haris juga menyoroti kebutuhan tenaga medis spesialis di daerah. Ia mengungkapkan program seleksi dokter spesialis yang sedang berjalan masih belum menghasilkan peserta yang memadai. “Kita sudah mulai tes untuk spesialis dokter, tetapi pesertanya tidak banyak,” kata Gubernur.
Ia mendorong pemerintah kota dan kabupaten untuk mengirimkan lebih banyak tenaga medis agar mengikuti pendidikan spesialis di daerah, sehingga lulusan spesialis dapat mengabdi di wilayah masing-masing.
Senada, Wakil Gubernur Jambi Abdullah Sani menambahkan bahwa sinergi antara pusat dan daerah menjadi kunci agar manfaat APBN benar-benar dirasakan masyarakat hingga ke desa.
“Dari nota keuangan ini kita bisa lihat fokus pemerintah ke depan. Tugas kita di daerah adalah menerjemahkannya ke dalam program yang menyentuh kebutuhan masyarakat Jambi,” kata Wagub Sani.
Dengan mengikuti secara bersama-sama Pidato Ketua DPR RI dalam rangka Pembukaan Masa Persidangan Tahun Sidang 2026 – 2027 serta Pidato Presiden Republik Indonesia dalam rangka Penyampaian Rancangan Undang-Undang tentang APBN Tahun Anggaran 2027 disertai Nota Keuangan dan Dokumen Pendukungnya bersama ini,
Pemerintah Provinsi Jambi berharap dapat segera menindaklanjuti poin-poin strategis dalam APBN 2027 ke dalam perencanaan pembangunan daerah tahun mendatang. (*)











