Evaluasi terhadap pelaksanaan tahun sebelumnya turut menjadi perhatian. Meski sinergi lintas sektor dinilai semakin solid, masih ditemukan kendala pada aspek konsistensi patroli dan kecepatan respons di sejumlah wilayah rawan.
Dalam konteks itu, Danrem mendorong penguatan koordinasi operasional di lapangan, termasuk optimalisasi pemanfaatan data cuaca dan hotspot sebagai basis pengambilan keputusan.
Selain itu, penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran lahan juga ditegaskan sebagai bagian integral dari strategi pengendalian karhutla.
Rapat ini menjadi bagian dari konsolidasi awal menghadapi musim rawan karhutla, dengan harapan seluruh pemangku kepentingan memiliki persepsi dan langkah yang selaras dalam menjaga stabilitas di wilayah Provinsi Jambi. (*)











