Menurut Al Haris, pengembangan kawasan tersebut memiliki potensi besar untuk memberikan manfaat lebih luas, tidak hanya dalam bidang kebudayaan, tetapi juga pendidikan, pariwisata hingga ekonomi kreatif.
Dengan semakin berkembangnya fasilitas pendukung di kawasan cagar budaya, KCBN Muaro Jambi diharapkan mampu menjadi destinasi wisata sejarah yang semakin dikenal, baik oleh masyarakat Indonesia maupun wisatawan mancanegara.
Selain peresmian museum, kegiatan juga dirangkai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Direktorat Jenderal Perlindungan Kebudayaan dan Tradisi Kementerian Kebudayaan RI dengan Polda Jambi. Penandatanganan tersebut disaksikan langsung oleh Menteri Kebudayaan.
Pengamanan Terpadu Pastikan Kegiatan Berjalan Kondusif
Aspek keamanan turut menjadi perhatian selama berlangsungnya kunjungan kerja Menteri Kebudayaan. Kapolres Muaro Jambi AKBP Bayu Noormansyah memimpin pengamanan terpadu untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, tertib, dan kondusif.
Pengamanan melibatkan personel Polres Muaro Jambi, Polsek Jaluko, Polsek Maro Sebo, serta dukungan personel Polda Jambi. Pengawalan dilakukan sejak kedatangan Menteri Kebudayaan bersama rombongan hingga meninggalkan Kabupaten Muaro Jambi.
“Sinergi seluruh personel pengamanan bersama instansi terkait menjadi kunci utama, sehingga seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, lancar, tertib dan kondusif,” kata Bayu.
Sejumlah pejabat turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Gubernur Jambi Al Haris, Kapolda Jambi Irjen Pol. Krisno Halomoan Siregar, Kajati Jambi Sugeng Hariadi, Danrem 042/Gapu Brigjen TNI Nyamin, Bupati Muaro Jambi Bambang Bayu Suseno, Anggota DPR RI Daerah Pemilihan Jambi Syarif Fasha, pejabat Kementerian Kebudayaan RI, serta unsur Forkopimda lainnya.
Seluruh rangkaian peresmian Museum Sriwijaya Dharmakirti dan kunjungan kerja Menteri Kebudayaan berlangsung aman tanpa insiden.
Kehadiran Museum Sriwijaya Dharmakirti sekaligus menjadi momentum penting bagi Muaro Jambi untuk semakin memperkuat pelestarian warisan sejarah dan budaya, sekaligus mendorong kawasan tersebut menjadi pusat edukasi dan destinasi wisata budaya yang memiliki daya tarik hingga tingkat internasional. (Adv)











